Karimun | Belasan siswa SMP Negeri 2 Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendadak mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (25/9/2025). Sebanyak 14 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Tanjung Balai Karimun untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala SMPN 2 Karimun, Abriani, M.M., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh siswa yang sempat dirawat kini sudah membaik dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah membaik dan sudah pulang ke rumah mereka masing-masing,” ujar Abriani saat dihubungi wartawan.
Abriani menambahkan, kasus ini baru pertama kali terjadi sejak program MBG berjalan pada Mei 2025. Ia menduga gejala yang dialami siswa kemungkinan dipicu oleh menu acar yang baru pertama kali disajikan.
“Menu acar ini baru kali ini dihidangkan. Bisa jadi anak-anak tidak terbiasa dengan rasa cuka yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.
Meski begitu, pihak sekolah menegaskan belum bisa memastikan apakah benar makanan penyebab utamanya. Satgas MBG di sekolah juga tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian setempat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Balai, dr. M Aristo Wibowo, memastikan pihaknya telah melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Namun, ia menekankan penyebab pasti belum dapat disimpulkan.
“Kita belum bisa ambil kesimpulan. Harus menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang sudah dikirim ke Batam,” terang Aristo.
Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menentukan apakah insiden ini disebabkan keracunan makanan atau faktor lainnya.


















