Polisi Dalami Kematian Bendahara RSBP Batam, Dugaan Kuat Bunuh Diri

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, S.I.K., M.H.Li

Batam | Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang terus mendalami kasus kematian Bendahara RSBP Batam berinisial SAR yang jasadnya ditemukan mengapung di perairan Galang. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kuat korban meninggal dunia akibat bunuh diri.

Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengatakan, dugaan tersebut menguat setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan lokasi kejadian, barang-barang pribadi korban, hingga hasil visum.

“Diduga kuat bunuh diri,” ujar Debby, Jumat (20/2/2026).

Peristiwa ini bermula saat seorang nelayan menemukan jasad pria tanpa identitas mengapung di perairan Air Dapur Luar, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban tersangkut di perangkap ikan milik nelayan. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Galang untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kepri guna proses identifikasi dan visum. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Identitas korban kemudian terungkap sebagai SAR, yang sebelumnya dilaporkan hilang. Dalam proses penyelidikan, polisi juga menelusuri sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk sepeda motor dan alat komunikasinya.

Sepeda motor korban sempat dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak SAR dinyatakan hilang. Namun, kendaraan tersebut akhirnya ditemukan terparkir di semak-semak kawasan Sei Gong. Selain itu, dari hasil penelusuran alat komunikasi, penyidik menemukan indikasi adanya persoalan pribadi yang diduga menjadi pemicu tindakan bunuh diri.

Debby menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi bahwa kematian SAR berkaitan dengan isu dugaan tindak pidana korupsi yang sempat beredar di masyarakat.

“Kami tidak menemukan adanya indikasi korban meninggal dunia terkait isu kasus korupsi. Jika masyarakat memiliki informasi atau mengetahui adanya dugaan tindak pidana lain, silakan melaporkannya kepada kami,” tegasnya.

Penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang mengakibatkan kematian korban, meski sementara ini dugaan kuat mengarah pada faktor persoalan pribadi.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *