posmetrobatam.co.id | Harga emas hari ini di Pegadaian terpantau mengalami penurunan tajam pada Selasa (14/4) pagi. Berdasarkan pantauan di laman Sahabat Pegadaian pukul 07.46 WIB, tiga jenama utama yakni UBS, Antam, dan Galeri24 kompak terkoreksi cukup dalam.
Emas cetakan Antam mengalami penurunan paling signifikan, kini dibanderol seharga Rp2.931.000 per gram, turun drastis Rp44.000 dibandingkan harga pada Senin (13/4) yang berada di posisi Rp2.975.000 per gram.
Kondisi serupa terjadi pada emas cetakan UBS yang kini berada di angka Rp2.853.000 per gram, turun dari sebelumnya Rp2.890.000. Sementara itu, emas merek Galeri24 juga melemah ke harga Rp2.838.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.876.000.
Pihak Pegadaian menyediakan berbagai pilihan kuantitas untuk para konsumen:
- Galeri24: Tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).
- UBS: Tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
- Antam: Di laman Sahabat Pegadaian tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 100 gram.
Penting untuk dicatat bahwa harga emas di Pegadaian bersifat dinamis dan sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti pergerakan pasar komoditas global.
Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:
Galeri24
0,5 gram: Rp1.489.000
1 gram: Rp2.838.000.
2 gram: Rp5.607.000
5 gram: Rp13.916.000
10 gram: Rp27.757.000
25 gram: Rp69.021.000
50 gram: Rp137.932.000
100 gram: Rp275.728.000
250 gram: Rp687.625.000
500 gram: Rp1.375.248.000
1.000 gram: Rp2.750.495.000
Antam
0,5 gram: Rp1.518.000
1 gram: Rp2.931.000
2 gram: Rp5.800.000
3 gram: Rp8.673.000
5 gram: Rp14.420.000
10 gram: Rp28.782.000
25 gram: Rp71.825.000
50 gram: Rp143.567.000
100 gram: Rp287.053.000
UBS
0,5 gram: Rp1.542.000
1 gram: Rp2.853.000
2 gram: Rp5.662.000
5 gram: Rp13.991.000
10 gram: Rp27.834.000
25 gram: Rp69.448.000
50 gram: Rp138.612.000
100 gram: Rp277.115.000
250 gram: Rp692.584.000
500 gram: Rp1.383.540.000
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI usai memperoleh izin sebagai bullion bank dan memberikan kemudahan akses memiliki emas ANTAM melalui BSI.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan produksi ANTAM. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” kata Anton.
Lebih lanjut, melalui kerja sama ini, BSI dan ANTAM sepakat untuk naik kelas melalui penguatan ekosistem emas yang mudah dan aman.
BSI dan ANTAM juga sepakat meningkatkan kolaborasi mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.
Pewarta : Elisya


