Lewat MoU, 167 Dai dan Guru Mengaji Dapat Dukungan Rutin dari Baznas Batam

Batam | Upaya menjaga denyut syiar Islam di wilayah hinterland atau pulau-pulau penyangga Kota Batam terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan rutin kepada para dai dan guru mengaji yang menjadi ujung tombak pembinaan umat di daerah dengan keterbatasan akses.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama para dai, daiah, serta guru binaan Baznas, yang digelar di Aula Masjid Agung Engku Hamidah, Senin (27/4). Agenda ini menjadi langkah awal jajaran komisioner Baznas Batam periode 2025–2030 dalam memperkuat sinergi dengan para pelaku dakwah di lapangan.

Ketua Baznas Kota Batam, Habib Soleh, menegaskan bahwa peran dai di wilayah hinterland sangat strategis. Mereka bukan hanya pengajar Al-Qur’an, tetapi juga pembimbing ibadah, pembina akhlak, hingga penggerak kehidupan sosial masyarakat.

“Di wilayah yang jauh dari pusat kota, peran ustaz dan ustazah menjadi sangat vital. Mereka hadir sebagai pendidik sekaligus pembina umat dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Saat ini, Baznas Batam menyalurkan dukungan kepada 148 dai dan 19 guru mengaji, yang tersebar di berbagai wilayah, baik hinterland maupun mainland di Kota Batam.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Baznas menyalurkan bantuan rutin dengan nominal yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan wilayah. Dai di Kecamatan Galang menerima Rp1,5 juta per bulan, sementara di Bulang dan Belakangpadang sebesar Rp1,2 juta. Adapun dai di wilayah mainland mendapatkan Rp750 ribu per bulan.

Penyesuaian ini mempertimbangkan tantangan geografis dan biaya transportasi yang harus dihadapi para dai dalam menjalankan tugas dakwah.

“Semakin sulit akses wilayahnya, semakin besar pula perhatian yang diberikan. Ini adalah bentuk penghargaan atas perjuangan mereka menjaga syiar Islam tetap hidup di daerah terluar,” jelas Habib Soleh.

Selain program pembinaan dai, Baznas Batam juga aktif menyalurkan bantuan di bidang pendidikan dan sosial. Hingga Maret 2026, bantuan telah menjangkau berbagai lembaga dan penerima manfaat.

Di sektor pendidikan, dukungan diberikan kepada 24 sekolah dasar (SD), 27 sekolah tingkat SMP, 1 sekolah tingkat SMA, serta 28 TPQ, yang menjadi pusat pembinaan generasi muda Muslim di Batam.

Baznas juga memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi serta menyalurkan bantuan kepada para marbot masjid yang turut menjaga aktivitas keagamaan di lingkungan masing-masing.

Habib Soleh menegaskan bahwa seluruh program tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat Batam, termasuk kontribusi dari ASN Pemko Batam, BP Batam, dan para muzaki lainnya.

Menurutnya, keberlanjutan dakwah di wilayah hinterland merupakan tanggung jawab bersama.

“Jangan sampai masyarakat di wilayah terluar kehilangan pembinaan agama. Syiar Islam harus terus hidup, dan para dai inilah yang menjadi penjaganya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *