KM Ocean Three Hilang Kontak di Perairan Natuna, Lanal Ranai dan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Empat ABK

Natuna | Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna mengerahkan tim SAR gabungan untuk mencari Kapal Motor (KM) Ocean Three yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Natuna.

Kapal barang berukuran 15 Gross Ton (GT) tersebut berlayar dari Pelabuhan Sedanau menuju Pemangkat pada Selasa (24/6) pukul 13.03 WIB. Berdasarkan jadwal pelayaran, kapal seharusnya tiba di Pelabuhan Pemangkat pada Kamis (26/6). Namun hingga Sabtu (27/6) pukul 10.00 WIB, kapal belum juga tiba di tujuan.

Laporan hilangnya kontak KM Ocean Three pertama kali disampaikan oleh Egi, Agen Kapal PT Midai Putra. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Natuna segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya kemudian menerima informasi mengenai penemuan sejumlah fiber ikan yang terapung di laut pada koordinat 03°44′ LU dan 108°29′ BT.

“Setelah menerima laporan, kami memperoleh informasi mengenai penemuan sejumlah fiber ikan di laut. Setelah berkoordinasi dengan agen kapal, pihak di Sedanau membenarkan bahwa fiber tersebut merupakan bagian dari muatan KM Ocean Three yang hilang kontak,” ujar Abdul Rahman.

Berdasarkan manifest kapal, terdapat empat awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian, yakni Wan Zaidan (47), Yoga (59), Arip (57), dan Aldi (51).

Titik pencarian atau Last Known Position (LKP) kapal berada di koordinat 03°44,000′ LU dan 108°29,000′ BT dengan arah pelayaran 151 derajat.

Operasi pencarian melibatkan personel Kantor SAR Natuna, Lanal Ranai, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Natuna. Tim gabungan telah bergerak menuju lokasi penemuan debris untuk melakukan penyisiran secara intensif di sekitar area yang diduga menjadi lokasi hilangnya kapal.

“Tim SAR Gabungan telah menuju lokasi penemuan debris fiber guna melakukan pencarian terhadap kapal beserta seluruh awak yang dilaporkan hilang kontak,” tegas Abdul Rahman.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan di sekitar lokasi penemuan debris, sementara perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai hasil operasi di lapangan.

 

 

Pewarta: Ribut. S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *