Jelang Barcelona vs Inter, Yamal: Barca Harus Tampilkan Ciri Khasnya

Barcelona | Penyerang Blaugrana Lamine Yamal menegaskan timnya harus bermain sebagaimana yang mereka tahu dalam laga Barcelona vs Inter pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Lluis Company, Kamis (1/5/2025) dini hari WIB.

Aksinya membawa bola kerap membuat lini pertahanan lawan miris. Kemampuannya bahkan disejajarkan dengan bintang Barcelona pada masa lalu Lionel Messi. Kini, bintang Blaugrana berusia 17 tahun itu akan menghadapi salah satu dari sedikit tim yang tidak pernah bisa dijebol Messi, Inter Milan.

Bacaan Lainnya

Namun, Yamal tidak ingin terlibat dengan pembicaraan tentang dirinya yang dijuluki Messi versi 2.0 itu. Yamal tentu ingin mencetak gol melawan tim Italia tersebut dan membantu Barcelona mencapai final Eropa pertamanya dalam satu dekade.

“Saya tidak ingin dibandingkan dengan pemain mana pun, apalagi Messi. Ia yang terbaik di dunia,” kata Yamal seperti dikutip AP pada Selasa (29/4/2025) di tempat latihan timnya selama konferensi pers menjelang pertandingan Barcelona vs Inter.

“Jadi bagaimana jika Messi tidak pernah mencetak gol melawan Inter? Dia mencetak gol melawan banyak tim, dan saya sangat berharap saya bisa mencetak gol besok,” kata Yamal tentang pemain hebat Barcelona yang pernah menggendongnya saat masih bayi.

Dengan gaya rambut pirang barunya, remaja yang muncul sebagai salah satu talenta muda terbaik di dunia sepak bola ini mengatakan bahwa dia hanya fokus untuk membantu timnya dalam upayanya meraih tiga gelar.

Yamal masih memiliki waktu lebih dari dua bulan sebelum tepat berusia 18 tahun. Partai melawan Inter akan menjadi pertandingannya yang ke-100 untuk tim senior Barcelona.

“Tidak semua orang bisa memainkan banyak pertandingan pada usia 18 tahun, jadi saya bangga akan hal itu,” katanya menjelang partai Barcelona vs Inter.

Pemain berdarah Maroko dari pihak ayah ini menambahkan bahwa kegugupan yang dulu ia rasakan saat memulai di liga elite kini telah hilang. Semifinal Liga Champions adalah pertandingan terbesarnya sejauh ini untuk Barcelona, ??setara dengan final Copa del Rey yang dimenanginya Yamal bersama Barcelona melawan Real Madrid pada Sabtu (26/4/2025) lalu.

Yamal memberikan dua assist dalam laga seru Clasico itu untuk mengatur gol pembuka Pedri González dan gol penyeimbang Ferran Torres yang menentukan untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Barcelona kemudian menang 3-2 pada laga di Sevilla itu.

Selama kemenangan comeback itu, Yamal mengatakan bahwa ia memberi tahu salah satu rekan setimnya bahwa tidak masalah berapa banyak gol yang dicetak Madrid, karena klub ibu kota itu tidak dapat mengimbangi mereka musim ini.”

Yamal kini akan membawa gaya yang sama saat melawan salah satu pertahanan terbaik di Eropa, Inter Milan. Klub asuhan Simone Inzaghi ini mencatatkan delapan clean sheet musim ini, sekaligus yang terbanyak dalam ajang Liga Champions.

Barcelona tampil sangat tajam musim ini pada kejuaraan ini dengan mengoleksi 37 gol, dibandingkan dengan Inter yang hanya mencetak 19 gol. Yamal telah mencetak empat gol saat mengumpan kepada rekan setimnya dan menambah empat gol lagi.

“Semua orang tahu bahwa Inter adalah tim bertahan yang hebat dan jago dalam serangan balik. Kami harus jago menguasai bola dan bermain seperti yang kami tahu sebagai sebuah tim,” papar Yamal sebelum partai Barcelona vs Inter.

Pemenang laga semifinal ini akan menghadapi Paris Saint-Germain atau Arsenal di Munchen pada 31 Mei 2025.

Usia Hanya Angka

Yamal menggemparkan Barcelona musim lalu saat ia memecahkan rekor, termasuk pencetak gol termuda dalam ajang La Liga, pada usia 16 tahun.

Kegemilangannya berlanjut musim panas lalu saat ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa, dengan mencetak gol terbaik turnamen di semifinal melawan Prancis sebelum Spanyol menang di final atas Inggris pada ulang tahunnya yang ke-17.

Ia terus bersinar musim ini untuk Barcelona. 14 gol dan 24 assist-nya di semua kompetisi juga membuat Barcelona semakin dekat dengan gelar La Liga. Dan saat tampaknya tak ada lagi rekor yang tersisa, ia bangkit dan menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam laga El Clasico.

Yamal menjalani peningkatan pesatnya dengan tenang sekaligus menepis pertanyaan bahwa semua itu bisa terjadi terlalu cepat, pada usia yang terlalu muda.

“Menurut saya, sepak bola bukan soal usia, melainkan soal bakat dan mentalitas setiap pemain. Usia hanyalah angka,” katanya menjelang partai Barcelona vs Inter.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *