Batam | Kobaran api melahap habis Toko Fur & Elise Artisan Tea & Gelato yang terletak di Komplek Pertokoan Nagoya Newtown Blok R No. 7, Rabu pagi (16/7/2025). Peristiwa memilukan ini diduga dipicu oleh korsleting listrik, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat begitu menerima laporan kebakaran tersebut. Tim langsung menuju lokasi dan melakukan penyelidikan awal dengan memeriksa saksi-saksi, termasuk karyawan dan pemilik ruko.
“Karyawan dan pemilik ruko sudah kita mintai keterangan. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik di lantai satu,” ujar Noval.
Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari lantai satu, area utama toko. Asap tebal kemudian dengan cepat membumbung, membatasi jarak pandang dan membuat panik para penghuni ruko.
Salah satu karyawan, Hengki, mengisahkan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Ia menyadari ada kejanggalan ketika aliran listrik di lantai dua tiba-tiba padam. Saat turun ke lantai satu, ia melihat api sudah berkobar hebat di dekat area Bar Naca, disertai asap pekat yang menyelimuti ruangan.
“Saya panik. Lantai satu sudah penuh asap. Saya langsung lari naik ke lantai empat dan keluar lewat rooftop, terus loncat ke ruko sebelah,” ujar Hengki yang berhasil selamat dengan cara dramatis.
Sementara itu, seorang sekuriti bernama Nius mengatakan dirinya baru saja pulang kerja sekitar pukul 07.00 WIB. Namun tak sampai satu jam kemudian, ia menerima telepon dari rekannya yang mengabarkan musibah tersebut.
“Saya balik lagi dan lihat api sudah besar, asap mengepul dari dalam ruko. Saya tidak menyangka karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda,” ungkapnya.
Petugas dari Polsek Lubuk Baja bersama Tim Inafis Polresta Barelang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pemilik toko menyebutkan bahwa seluruh bangunan dan perlengkapan usaha ludes terbakar, dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai dua miliar rupiah.





