Modus Baru Penipuan Berkedok Aktivasi IKD, Ibu Rumah Tangga di Batam Nyaris Jadi Korban

Batam | Warga Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, kembali dibuat resah oleh ulah oknum tak bertanggung jawab yang menyamar sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. Modusnya, pelaku mengaku hendak membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan mencoba mengelabui korban melalui pesan dan panggilan telepon.

Kejadian ini nyaris menimpa Meiling, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Marina Park, Nagoya, pada Rabu (25/6/2025). Ia menerima pesan dari seseorang yang mengaku petugas Disdukcapil dan diminta untuk mempersiapkan fotokopi KTP serta KK guna proses aktivasi IKD.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Meiling juga menerima telepon lanjutan yang meminta dirinya membuka panggilan video. Curiga, ia segera menginformasikan kejadian itu ke grup WhatsApp RT setempat. Tindak cepat ini menyelamatkannya dari potensi penipuan.

Berikut kutipan isi pesan penipu kepada Meiling:

“Selamat pagi, Bapak/Ibu. Saya dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kota Batam, bagian Pengelolaan Data dan Identitas Kependudukan. Kami ingin melakukan konfirmasi dan validasi data identitas Bapak/Ibu dalam rangka aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang saat ini sedang dijalankan secara nasional.”

Menanggapi laporan warga, Plt Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri, bergerak cepat memberikan klarifikasi dan edukasi. Ia menegaskan bahwa pesan tersebut adalah penipuan dan bukan berasal dari Disdukcapil Batam.

“Kami tidak pernah menghubungi warga secara pribadi, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp, untuk urusan dokumen kependudukan. Semua proses harus dilakukan langsung di kantor resmi,” tegas Yusfa, Jum’at (18/7/2025)

Ia mengimbau warga agar selalu waspada terhadap modus serupa. Jika menerima informasi yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor ke pengurus RT/RW atau langsung datang ke kantor Disdukcapil terdekat.

“Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Jangan mudah percaya dan selalu konfirmasi ke pihak yang berwenang,” tambahnya.

Langkah cepat dari warga dan RT setempat patut diapresiasi sebagai bentuk kesadaran digital dan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan siber yang semakin berkembang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *