Wali Kota Batam Amsakar Ingatkan Pejabat Jaga Tutur Kata pada Publik

Batam | Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Amsakar Achmad menegaskan agar seluruh pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kota Batam untuk menjaga tutur kata dan perilaku di hadapan publik.

Menurutnya, yang paling penting adalah mengemban amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta berbaur dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“‘Problem’ hari ini muncul karena akumulasi ketidakpuasan publik terhadap perilaku pejabat. Saya sudah sampaikan kepada jajaran untuk tidak menampilkan kehebatan Anda kepada masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat itu solusi atas kompleksitas persoalan mereka,” katanya saat menerima audiensi dari aliansi mahasiswa di Kantor DPRD Kota Batam, Senin (1/9)

Ia menekankan bahwa perilaku dan gaya hidup pejabat publik sering kali menjadi sorotan publik.

“Saya sudah menginstruksikan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), camat, lurah, hingga kepala bidang untuk menghentikan kebiasaan mempertontonkan kemewahan atau bersikap berjarak dari masyarakat,” kata dia.

Amsakar juga mendorong agar pejabat turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan gotong royong di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia mencontohkan bagaimana suasana kebersamaan harus tetap dijaga, tanpa sekat antara pejabat dan warga.

“Sudah saatnya merangkul semua pihak dan jangan ada perilaku eksklusif. Tidak boleh menampilkan kesan berbeda dengan masyarakat biasa. Dalam keseharian, kita harus bisa hadir apa adanya tanpa pembatas interaksi,” tambah dia.

Sementara itu, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Muryadi Setiawan, menyampaikan beberapa tuntutan mahasiswa kepada Pemkot Batam.

Di antaranya meminta pejabat publik menjaga ucapan di ruang publik, menyesuaikan dengan tuntutan nasional, serta tidak memamerkan gaya hidup mewah. Hal tersebut disampaikan pada audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Amsakar menilai apa yang disampaikan mahasiswa sejalan dengan langkah Pemko Batam untuk menjaga kondusivitas daerah.

“Atas nama Pemko Batam dan BP (Badan Pengusahaan) Batam, saya berterima kasih atas aksi dan dialog konstruktif yang dilakukan mahasiswa hari ini. Ini bisa menjadi model bahwa setiap aspirasi dapat diterima bersama,” ujar Amsakar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *