Amsakar Lantik Panglima Sambang Pasukan Adat GAGAK HITAM Kota Batam, Ajak Organisasi Adat Perkuat Persatuan

Batam | Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik Panglima Sambang Kota Batam yang diselenggarakan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam (Gerakan Gabungan Anak Kepulauan–Hidup Indah Tegaknya Adat dan Marwah) di Hotel Vanilla, Batam, Jumat (31/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar mengajak organisasi adat dan kemasyarakatan terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan pataka kepada Panglima Sambang Kota Batam yang baru, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam, sebagai simbol estafet kepemimpinan dan amanah organisasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar sebagai doa dan harapan agar kepemimpinan yang baru senantiasa diberi keberkahan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru ini, Gagak Hitam semakin maju, semakin solid, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amsakar, organisasi adat memiliki peran strategis sebagai perekat keberagaman di tengah pesatnya perkembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi. Karena itu, organisasi kemasyarakatan diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menciptakan suasana sejuk, menjaga persatuan, serta mempererat kebersamaan.

“Idealnya organisasi seperti ini menjadi penyejuk yang mampu membangun sinergi. Mari bergerak bersama menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengambil bagian dalam mendukung pembangunan agar Batam semakin maju, nyaman, dan harmonis,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan nilai-nilai adat, budaya, dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Sementara itu, Panglima Sambang Kota Batam, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam, menyatakan siap mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kondusivitas daerah.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, menjadi peneduh bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebersamaan di Kota Batam,” tuturnya.

Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan organisasi adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, mempererat persaudaraan, serta mendukung pembangunan Kota Batam yang inklusif dan berkelanjutan.

Dikesempatan itu, Panglima Besar Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam, Udin Pelor, menegaskan bahwa pelantikan Panglima Sambang Kota Batam merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus menjaga eksistensi adat di tengah perkembangan Kota Batam yang semakin pesat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah besar untuk menjaga marwah organisasi, mempererat persaudaraan, serta menguatkan komitmen kami dalam mendukung pemerintah menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam akan terus hadir sebagai organisasi yang menjunjung tinggi adat, budaya, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Batam,” ujar Udin Pelor.

Ia juga mengajak seluruh anggota Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam agar tetap menjaga kekompakan, disiplin, serta mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kegiatan organisasi.

“Saya berharap seluruh jajaran dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, menjaga nama baik organisasi, mengutamakan musyawarah, dan terus bersinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya Batam yang aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *