Klarifikasi Oknum KPLP Terkait Dugaan Penyelundupan di Pelabuhan Ali Batam : Barang yang Dibawa Bukan Sparepart, Melainkan Persediaan Makanan Kru Kapal

Ilustrasi

Batam | Dugaan praktik penyelundupan yang sempat menyeret nama seorang oknum Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) berinisial Irw di Pelabuhan Ali Kecamatan Sekupang, Kota Batam pada Sabtu (6/9/2025), akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak terkait.

Sebelumnya, sebuah pemberitaan yang diterbitkan salah satu media online dengan judul “Gawat! Diduga Oknum KPLP Kerjasama dengan Ali Pengelola Pelabuhan Melakukan Penyelundupan” pada Sabtu (6/9), menyebut bahwa aktivitas yang dilakukan Irw merupakan distribusi sparepart tanpa dokumen resmi. Pemberitaan tersebut memicu perhatian publik sekaligus memunculkan beragam spekulasi, mengingat aktivitas serupa sering dikaitkan dengan praktik ilegal yang kerap terjadi di wilayah perairan Batam.

Bacaan Lainnya

Klarifikasi yang disampaikan Irw saat ditemui wartawan pada Minggu (7/9). Ia menegaskan bahwa barang-barang yang diangkut menggunakan boat besar tersebut bukanlah suku cadang sebagaimana diberitakan, melainkan persediaan kebutuhan pokok untuk kru kapal yang sudah berhari-hari berada di tengah laut.

“Tidak benar kalau disebut suku cadang. Yang kami antar adalah bahan makanan pokok, seperti beras, minyak goreng, sayur-mayur, serta kebutuhan dapur lainnya. Itu memang sudah menjadi rutinitas bagi kapal-kapal yang lama berlabuh di tengah laut,” jelasnya.

Menurut Irw, kapal-kapal yang sedang menunggu bongkar muat atau proses perbaikan di perairan terbuka seringkali menghadapi kesulitan logistik. Kondisi ini membuat suplai dari darat menjadi penting agar kebutuhan dasar para kru kapal tetap terpenuhi.

“Kalau tidak segera dikirimkan, para kru kapal bisa kekurangan pasokan makan dan minum. Jadi ini murni pelayanan logistik, bukan soal sparepart atau barang ilegal. Ini kegiatan yang lazim dan bahkan dibutuhkan,” tambahnya.

Fenomena suplai logistik ke kapal yang sedang berlabuh di perairan memang bukan hal baru. Di Batam, praktik tersebut sudah berlangsung sejak lama, baik untuk kapal lokal maupun kapal asing. Permintaan biasanya datang langsung dari nakhoda atau agen kapal yang membutuhkan tambahan stok pangan selama menunggu jadwal bongkar muat.

Dengan adanya klarifikasi ini, Irw berharap rumor yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik penyelundupan sparepart kapal bisa diluruskan.

“Yang penting jangan sampai informasi yang tidak tepat membuat masyarakat salah menilai,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *