Batam | Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan Lubuk Baja, Kota Batam, setelah bentrokan antara dua kelompok pengemudi ojek online pecah di depan Hotel Utama, Minggu (12/10) dini hari.
Sejumlah personel Ditsamapta Polda Kepri dan Polresta Barelang masih berjaga hingga pagi hari di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengungkapkan, pihaknya bersama Polsek Lubuk Baja dan tim Jatanras Polda Kepri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendalaman terhadap insiden tersebut.
“Kami dari Satreskrim Polresta Barelang bersama Polsek Lubuk Baja dan dibackup tim Jatanras Polda Kepri tengah melakukan olah TKP pasca bentrokan tadi malam. Peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan, termasuk pengumpulan bahan keterangan dan bukti lainnya,” jelas Kompol Debby, Minggu (12/10).
Ia menambahkan, polisi masih memverifikasi laporan terkait dugaan adanya korban luka maupun kerusakan kendaraan akibat bentrokan.
“Kami belum bisa memastikan adanya korban luka atau kerugian material. Beberapa saksi sedang kami mintai keterangan untuk memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang warga yang ada dilokasi kejadian sekitaran Hotel Utama, mengatakan bahwa ketegangan sudah terlihat sejak tengah malam.
“Awalnya cuma ramai-ramai kumpul saja, tapi sekitar jam dua dini hari mulai ribut. Katanya ada dua lokasi, di depan Hotel Utama sama di Hotel S. Mereka saling lempar batu dan kayu, bahkan satu mobil sempat dibalikkan dan hampir dibakar. Sekitar jam tiga pagi baru mulai bubar,” tuturnya.
Hingga Minggu sore, aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap kondusif. Polisi juga mengimbau masyarakat dan para pengemudi ojek online agar tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah kepada pihak berwajib.





