PLN Hadiri Musrenbang Kecamatan Belakang Padang, Dukung Perencanaan Pembangunan Kelurahan

Belakang Padang | PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Belakang Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dengan menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Belakang Padang, Senin (12/1). Kegiatan ini melibatkan dua kelurahan, yakni Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Sekanak Raya, sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan tahun mendatang.

Mewakili Wali Kota Batam, Asisten ADUM Pemko Batam, Heriman, HK (kiri) berama Manager PLN ULP Belakang Padang, Nopri Anggara (kanan) saat berbincang usai kegiatan

Musrenbang Kecamatan menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, pemangku kepentingan, serta masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung dan merumuskan program pembangunan yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan. Dalam forum ini, berbagai usulan prioritas pembangunan dibahas, mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran PLN ULP Belakang Padang dalam kegiatan tersebut mencerminkan peran aktif BUMN dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan daerah, khususnya pada sektor ketenagalistrikan. PLN berupaya memastikan bahwa setiap rencana pembangunan yang disusun dapat berjalan selaras dengan kesiapan sistem kelistrikan, baik dari sisi pasokan, jaringan, maupun keandalan layanan.

Manager PLN ULP Belakang Padang, Nopri Anggara, menegaskan bahwa partisipasi PLN dalam Musrenbang memiliki peran penting sebagai bentuk sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang baik harus didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang memadai dan berkelanjutan.

“PLN siap mendukung setiap program pembangunan di Kecamatan Belakang Padang, khususnya di Kelurahan Tanjung Sari dan Sekanak Raya, melalui penyediaan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan. Kami juga terus membuka ruang koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat agar kebutuhan kelistrikan dapat terakomodasi dengan baik sejak tahap perencanaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui keterlibatan langsung dalam Musrenbang, PLN dapat lebih awal mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan kelistrikan yang mungkin timbul seiring dengan rencana pembangunan wilayah, sehingga langkah antisipatif dan pengembangan jaringan dapat dilakukan secara tepat.

Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara PLN dan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kelurahan, diharapkan seluruh program pembangunan di Belakang Padang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan tersedianya layanan listrik yang handal sebagai penopang utama aktivitas sosial dan ekonomi warga. (m. yusuf suhaili)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *