posmetrobatam.co.id | Mengawali pekan pertama di bulan April, harga emas batangan di Pegadaian terpantau stabil. Berdasarkan pantauan di laman Sahabat Pegadaian pada Senin (6/4) pukul 05.02 WIB, harga emas untuk tiga jenama utama yakni Antam, UBS, dan Galeri24 tidak mengalami perubahan sejak Sabtu (4/4).
Harga emas per gram untuk masing-masing produk masih tertahan di angka berikut:
- Emas Antam: Rp2.972.000
- Emas UBS: Rp2.885.000
- Emas Galeri24: Rp2.870.000
Ketersediaan Stok dan Kuantitas
Masyarakat dapat melakukan transaksi dengan berbagai pilihan kuantitas yang tersedia di Pegadaian:
Galeri24: Tersedia mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).
Emas UBS: Tersedia dalam kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Emas Antam: Untuk kanal digital Sahabat Pegadaian, stok ditampilkan mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar global.
Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.
Galeri24
0,5 gram: Rp1.505.000
1 gram: Rp2.870.000.
2 gram: Rp5.672.000
5 gram: Rp14.076.000
10 gram: Rp28.076.000
25 gram: Rp69.812.000
50 gram: Rp139.514.000
100 gram: Rp278.891.000
250 gram: Rp695.513.000
500 gram: Rp1.391.025.000
1.000 gram: Rp2.782.049.000
Antam
0,5 gram: Rp1.539.000
1 gram: Rp2.972.000
2 gram: Rp5.881.000
3 gram: Rp8.795.000
5 gram: Rp14.623.000
10 gram: Rp29.188.000
25 gram: Rp72.839.000
50 gram: Rp145.595.000
100 gram: Rp291.109.000
UBS
0,5 gram: Rp1.560.000
1 gram: Rp2.885.000
2 gram: Rp5.724.000
5 gram: Rp14.144.000
10 gram: Rp28.139.000
25 gram: Rp70.209.000
50 gram: Rp140.130.000
100 gram: Rp280.150.000
250 gram: Rp700.168.000
500 gram: Rp1.398.692.000.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan grand launching instrumen investasi berupa Exchange Traded Fund (ETF) Emas pada 27 April 2026, yang diharapkan dapat memperluas basis investor ritel sekaligus mendorong pendalaman pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan ketentuan terkait penerbitan ETF Emas telah diterbitkan dan saat ini memasuki tahap implementasi.
“Misalnya saja di suplai baru-baru ini, kita sudah menerbitkan dan memberlakukan ketentuan yang terkait dengan penerbitan ETF emas yang sudah masuk tahap implementasi,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis.
Hasan berharap hadirnya instrumen investasi berupa ETF Emas, dapat meningkatkan partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia.
“Kita harapkan nanti akan memperluas basis investor ritel sudah dalam perumusan final dan rencana akan dilakukan grand launching-nya di akhir bulan ini, misalnya di tanggal 27 April 2026,” ujar Hasan.
Pewarta : Elisya


