Batam | Misteri video viral yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong membawa parang di kawasan MKGR, Kecamatan Batu Aji, akhirnya terungkap. Polisi memastikan video yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, S.Tr.K., S.I.K., dalam keterangan resminya pada Jumat (5/6/2026), menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait kemunculan sosok pocong bersenjata tajam tersebut tidak benar.
“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Batu Aji, didapatkan fakta bahwa video tersebut dibuat oleh anak di bawah umur dengan bantuan aplikasi AI. Video kemudian diedit dengan menambahkan sosok yang menyerupai pocong membawa parang dan setelah selesai langsung disebarluaskan ke grup WhatsApp MKGR,” ujar AKP Bayu.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 14 detik itu viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sosok berpakaian serba putih menyerupai pocong berdiri di depan sebuah bangunan pada malam hari sambil membawa benda yang diduga senjata tajam.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa rekaman tersebut dibuat oleh sejumlah anak yang sedang bermain di sekitar Masjid Jami Al-Mursyidin, MKGR, Batu Aji. Unggahan itu pun memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, mulai dari dugaan kejadian mistis hingga aksi seseorang yang sengaja menakut-nakuti warga.
Menanggapi viralnya video tersebut, Polsek Batu Aji langsung melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap sumber video. Hasilnya, polisi memastikan bahwa seluruh adegan yang menampilkan sosok pocong membawa parang merupakan hasil manipulasi digital dan tidak pernah terjadi sebagaimana yang digambarkan dalam video.
Kapolsek Batu Aji mengimbau masyarakat Kota Batam, khususnya warga Kecamatan Batu Aji, agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi dari media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan cek dan ricek serta crosscheck terhadap setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Lurah Kibing, Wiwid Indartono, SE. Ia memastikan video yang beredar tersebut merupakan hasil rekayasa dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, tokoh masyarakat MKGR menyampaikan apresiasi kepada Lurah Kibing, UPTD Kota Batam, PPA Kota Batam, serta jajaran Polsek Batu Aji yang dinilai cepat tanggap dalam menangani dan meluruskan informasi yang sempat meresahkan warga.
Dengan terungkapnya fakta tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap konten digital yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan dan belum terverifikasi kebenarannya.
Pewarta : Aken





