Terinspirasi Ramadhan Sananta, BP Batam Siapkan Panggung bagi Lahirnya Bintang Sepak Bola Baru dari Kepri

Batam | Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Kepulauan Riau. Striker Tim Nasional Indonesia asal Kepri itu kini menjadi bukti bahwa anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di level tertinggi.

Semangat tersebut mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah program pembinaan dan kompetisi sepak bola usia dini yang menyasar kelompok umur U-8, U-10, dan U-12.

Gagasan besar itu mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam, Kamis (25/6).

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepulauan Riau, pentingnya pembinaan usia dini, hingga strategi membuka jalan bagi talenta-talenta lokal agar mampu menembus panggung nasional bahkan internasional.

Menurut Fary Francis, Kepulauan Riau memiliki banyak bibit muda berbakat yang membutuhkan ruang tumbuh melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Bagi Fary, festival ini bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui pembinaan sejak dini, anak-anak tidak hanya diasah kemampuan bermain bolanya, tetapi juga dibentuk karakter disiplin, sportif, tangguh, dan percaya diri.

Sementara itu, Ramadhan Sananta memberikan motivasi khusus kepada anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak ragu bermimpi besar.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimistis.

BP Batam International Football Festival 2026 sendiri dirancang sebagai gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif. Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, sehingga memberikan pengalaman bertanding bertaraf internasional bagi para peserta usia dini.

Selain mendorong lahirnya atlet-atlet potensial, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Dengan posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif untuk memperkenalkan wajah Batam kepada dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Batam harus berjalan seimbang antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia menilai festival tersebut akan memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari meningkatnya aktivitas UMKM hingga terbukanya peluang jejaring internasional yang lebih luas.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif bagi daerah,” ujar Li Claudia.

Melalui kolaborasi antara akademi sepak bola, pemerintah, pelatih, dan orang tua, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepulauan Riau. Dari Batam, mimpi-mimpi besar anak-anak Kepri mulai disemai, dengan harapan suatu hari nanti lahir generasi baru yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di panggung dunia.

 

Pewarta : Ridwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *