Kabut Asap Ganggu Penerbangan Batam–Pontianak, Dua Penerbangan Dibatalkan

Batam | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan mulai merembet ke urusan penerbangan. Dua penerbangan pada rute Batam–Pontianak dan sebaliknya dibatalkan karena kondisi tersebut.

Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budi mengatakan hingga Kamis, 3 September dan Jumat 4 September 2026, terdapat dua penerbangan yang terdampak. Keduanya adalah penerbangan Pontianak–Batam dengan nomor JT-955 dan Batam–Pontianak dengan nomor JT-954.

Bacaan Lainnya

“Dua penerbangan tersebut masing-masing merupakan penerbangan dari Pontianak menuju Batam dengan kode JT-955 dan penerbangan dari Batam menuju Pontianak dengan kode JT-954,” kata Annang, Sabtu, (5/9).

Menurut Annang, kabut asap berpotensi mengganggu operasional penerbangan apabila menurunkan jarak pandang, baik di kawasan bandara maupun sepanjang jalur penerbangan.

“Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam keselamatan dan kelancaran penerbangan,” ujarnya.

Jarak antara Batam dan Pontianak memang cukup jauh. Garis lurus kedua wilayah itu sekitar 601–604 kilometer. Namun gangguan jarak pandang di wilayah tujuan dapat berpengaruh langsung terhadap penerbangan yang menghubungkan kedua kota tersebut.

BIB kini memperkuat komunikasi dengan maskapai untuk mengantisipasi perubahan kondisi. Otoritas bandara meminta maskapai menyampaikan informasi secara berkala apabila terjadi perubahan jadwal ataupun kondisi penerbangan.

Langkah itu, kata Annang, penting agar penumpang memperoleh kepastian sebelum dan selama berada di bandara. Informasi yang cepat juga diperlukan untuk mencegah penumpang menunggu tanpa kepastian ketika penerbangan mengalami perubahan.

“Kami meminta informasi berkala dari pihak maskapai, misalnya apabila ada perubahan jadwal, supaya ini mendukung kelancaran penerbangan. Harap diinformasikan kepada penumpang,” ujar Annang.

Kabut asap dengan demikian bukan lagi semata persoalan kualitas udara. Ketika jarak pandang memburuk, dampaknya dapat menjalar ke berbagai aktivitas, termasuk konektivitas udara antara Batam dan sejumlah kota di Kalimantan.

 

 

Editor : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *