Imigrasi Palembang Bangun Pelayanan Prima melalui SENAMRIA, PASPORIA dan Inovasi SIX Berbasis Budaya Kerja 6S

Palembang | Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Bacaan Lainnya

Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan SENAMRIA (Olahraga Bersama), PASPORIA (Paspor Ceria), serta sosialisasi inovasi SIX (Sriwijaya Immigration Excellent) yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (5-6 September 2026), di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, kawasan Taman Kambang Iwak.

Kegiatan diawali dengan olahraga bersama yang diikuti jajaran pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, mulai dari pejabat pengawas, pejabat pelaksana, pejabat fungsional, PPPK, PPNPN/outsourcing, security, peserta Maganghub hingga siswa dan mahasiswa magang.

Sejumlah perwakilan instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Selatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, Lapas Kelas I Palembang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Selatan serta Kantor Bea dan Cukai TMP B Palembang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Khairil Mirza, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperkuat implementasi program Sriwijaya Immigration Excellent.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi pelayanan publik keimigrasian melalui peningkatan kompetensi, integritas dan empati petugas.

“Budaya pelayanan yang kami bangun mengedepankan prinsip 6S, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sigap, Solutif dan Simpatik,” demikian inti pesan yang disampaikan Khairil dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya sosialisasi, penerapan konsep pelayanan prima juga langsung diwujudkan melalui PASPORIA. Layanan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengurus paspor di luar pelayanan kantor reguler, khususnya pada akhir pekan.

Pelayanan di ruang terbuka tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pemohon, Tia, mengaku terbantu dengan adanya layanan Pasporia karena kesibukannya bekerja pada hari kerja membuatnya kesulitan mengurus paspor.

Menurutnya, layanan pada akhir pekan memberikan alternatif waktu yang lebih fleksibel bagi masyarakat.

“Dengan adanya Pasporia ini sangat membantu karena saya tidak bisa membuat paspor pada hari kerja karena harus bekerja,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, layanan Pasporia membuka kuota dan melayani puluhan pemohon dengan mekanisme M-Paspor maupun walk-in.

Pada Sabtu (5 September 2026), tercatat sebanyak 71 permohonan, terdiri dari 50 pemohon melalui M-Paspor dan 21 pemohon walk-in.

Sementara pada Minggu (6 September 2026), jumlah permohonan mencapai 50 orang, dengan rincian 47 pemohon melalui M-Paspor dan tiga pemohon walk-in.

Selain pelayanan paspor, rangkaian kegiatan juga diisi dengan foto bersama jajaran pejabat, tamu undangan dan panitia.

Para tamu kemudian meninjau lapak penjualan hasil binaan warga Lapas Perempuan Kelas II A Palembang sebagai bentuk dukungan terhadap produk hasil pembinaan warga binaan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Imigrasi Palembang untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih mudah, responsif dan humanis.

Melalui SIX (Sriwijaya Immigration Excellent) dan implementasi budaya kerja 6S, Imigrasi Palembang menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan melalui inovasi sistem, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan karakter petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

 

 

Reporter : M. Yusuf Suhaili
Editor : Zaki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *