Batam | Suasana duka menyelimuti Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Bentrokan berdarah antar kelompok terjadi pada Senin, 14 September 2026 di Jalan Trans Barelang, Pulau Setokok yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 7 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono dalam konferensi pers Selasa (15/9) menegaskan, peristiwa tersebut dipicu murni sengketa lahan antara kelompok warga penggarap dengan kelompok yang mendapat kuasa dari PT MIG untuk pemagaran lahan. Polisi memastikan insiden ini tidak berkaitan dengan isu SARA.
Dari hasil penyelidikan, polisi telah menerbitkan dua laporan polisi dan menetapkan 3 orang tersangka. Dua tersangka berinisial RS (47) dan B (47) diduga terkait senapan angin yang mengakibatkan korban meninggal, sementara tersangka SH (44) yang merupakan Panglima LSM Elang Laut diduga membawa tombak dan menghasut.
Menyikapi peristiwa tragis tersebut, Ketua DPC Gabungan Anak Melayu Asli Tempatan (GAMAT) Kota Batam, Aprizal Gani, menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam.
“Kami Keluarga Besar GAMAT Kota Batam turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya 2 orang saudara kita di Setokok pada tanggal 14 September kemarin. Saya sangat berduka, ini musibah bagi kita semua. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Aprizal Gani, Rabu (16/9).
Aprizal juga menegaskan sikap organisasinya terkait isu yang beredar di media sosial.
“Saya tegaskan, DPP dan DPC GAMAT Kota Batam serta seluruh jajaran pengurus dan anggota TIDAK TERLIBAT sama sekali dalam kericuhan di Setokok tersebut. GAMAT adalah organisasi Melayu yang menjunjung tinggi marwah, santun, beradab dan cinta damai. Peristiwa ini adalah murni sengketa lahan oknum, bukan mengatasnamakan suku Melayu atau ormas Melayu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua GAMAT Batam ini mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil.
“Kami percayakan sepenuhnya kepada Polresta Barelang dan Polda Kepri. Dan kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Batam, khususnya keluarga besar GAMAT, untuk menahan diri, tidak terprovokasi, tidak menyebarkan berita hoax, dan bersama-sama menjaga Kota Batam tetap kondusif, aman dan damai,” tutupnya.
Editor : Aken





