Gaji 1.025 Pekerja PT Ghim Li Belum Dibayar, Ratusan Buruh Geruduk Kantor Wali Kota Batam

Batam | Ratusan pekerja PT Ghim Li Indonesia mendatangi Kantor Wali Kota Batam, Rabu (16/9) pagi. Mereka meminta Wali Kota Batam Amsakar Achmad turun tangan terkait gaji 1.025 pekerja yang disebut belum dibayarkan.

Para pekerja bertahan di halaman hingga teras Kantor Wali Kota Batam. Sebagian duduk di teras, sementara lainnya memilih berteduh di bawah pohon untuk menghindari terik matahari sambil menunggu respons pemerintah.

Bacaan Lainnya

Para pekerja menyebut gaji mereka telah tertahan sekitar dua pekan. Hingga Rabu pagi, mereka mengaku belum mendapat kepastian kapan pembayaran hak tersebut dilakukan.

Salah seorang pekerja berinisial US, bukan nama sebenarnya, mengatakan kedatangannya bersama pekerja lain ke Kantor Wali Kota Batam untuk meminta bantuan pemerintah.

“Meminta bantuanlah. Bagaimana nasib kami ini? Sementara gaji kami tidak dibayar,” kata US.

US mengaku telah bekerja di PT Ghim Li sejak 2009. Menurutnya, pekerja membutuhkan kepastian terkait pembayaran gaji yang menjadi hak mereka.

Ia berharap pemerintah memberikan penegasan kepada perusahaan agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Ya, itu penegasan kepada perusahaan supaya menindaklanjuti masalah ini. Agar mengeluarkan hak-hak kami,” ujarnya.

Ratusan pekerja tersebut masih menunggu respons dari Amsakar. Mereka berharap pemerintah segera memediasi persoalan antara pekerja dan perusahaan.

Para pekerja meminta pembayaran gaji 1.025 pekerja segera mendapat kepastian. Mereka juga berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan sehari-hari para pekerja dan keluarga mereka.

Hingga berita ini ditulis, para pekerja masih berada di Kantor Wali Kota Batam untuk menunggu tindak lanjut pemerintah terkait tuntutan mereka.

 

Editor : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *