Batam | Suasana di Pelabuhan Bintang 99 di Kecamatan Batu Ampar, Batam, yang tenang tiba-tiba berubah ‘panas’ pada Minggu (6/4/2025) dini hari.
Keributan hebat pecah antara kelompok porter dengan salah satu petugas PT Pelni saat proses keberangkatan KM Kelud menuju Belawan, Medan.
Insiden panas itu bermula saat seorang petugas Pelni menegur seorang porter yang memuat barang bawaan penumpang menuju jalur bagasi.
Cekcok kecil berubah jadi keributan besar. Puluhan porter terlihat berlari mengejar pegawai Pelni tersebut hingga membuat suasana pelabuhan semakin panas.
Tak hanya teriakan, makian kasar pun terdengar bersahut-sahutan di tengah riuh pelabuhan.
Situasi bahkan nyaris tak terkendali sebelum aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri turun tangan menenangkan massa.
Akibat kejadian ini, proses pemeriksaan bagasi penumpang sempat terhenti beberapa menit. Aktivitas pelabuhan lumpuh sejenak.
Beberapa warga dan calon penumpang yang menyaksikan insiden tersebut mengaku kaget, bahkan takut terjadi keributan lanjutan.
“Baru kali ini lihat porter sama pegawai Pelni ribut sampe kayak gitu. Tadi sempat takut juga mau deket-deket,” ujar seorang calon penumpang.
Diketahui, pagi itu KM Kelud dijadwalkan berangkat menuju Belawan, Medan. Total penumpang saat itu mencapai 5.326 orang.
Terdiri dari 2.109 penumpang turun, 660 orang transit, dan 2.557 orang naik.
Beruntung, situasi perlahan berhasil dikendalikan petugas. Sehingga proses keberangkatan KM Kelud tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepala Pelni Cabang Batam, Edwin mengatakan, kejadian itu dipicu adanya kesalahpahaman di lapangan.
“Hanya miskomunikasi saja, porter dengan petugas kita. Sudah langsung ditangani kok, situasi langsung aman,” ujar Edwin menanggapi peristiwa itu.
Menurutnya, pertikaian kecil kerap terjadi di Pelabuhan. Namun setelah itu hubungan porter dan petugas Pelni kembali cair layaknya teman.
“Sudah biasa itu, habis itu nanti sudah ketawa sama-sama lagi,” katanya.





