Tiga Pekerja Tewas, Lima Terluka dalam Tragedi Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjung Uncang Batam

Batam | Tragedi kebakaran kapal di galangan PT ASL, kawasan Tanjunguncang, Batuaji, pada Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru, tiga pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka, mulai dari luka ringan hingga serius. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan informasi tersebut. “Ya, benar, tiga korban tewas,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Bacaan Lainnya

Korban terakhir berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB. Saat ini, para korban dirawat di RS Graha Hermine dan RS Mutiara Aini, Batuaji. Dua korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra.

Salah satu korban selamat, Alatas Silaban, yang kini dirawat di RS Mutiara Aini, memberikan kesaksian mengenai detik-detik terjadinya kebakaran.

“Kami sedang bekerja memotong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api menyambar dan langsung meledak. Saat itu banyak pekerja di dalam. Semua panik, kami berlarian menyelamatkan diri,” ungkap Alatas saat ditemui di rumah sakit.

Korban dalam insiden ini diketahui merupakan pekerja dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Mereka tengah melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal saat kejadian terjadi.

Petugas medis di RS Graha Hermine menyampaikan bahwa luka bakar yang diderita beberapa korban cukup parah dan membutuhkan perawatan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini kami fokus pada penanganan lanjutan luka bakar,” ujar salah satu tenaga medis.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, juga membenarkan adanya korban jiwa. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

“Dua korban sudah berada di kamar jenazah RS Mutiara Aini. Tiga lainnya masih dalam proses evakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan tim medis dan petugas lapangan,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang memicu percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di ruang tertutup kapal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *