Batam | Pemerintah Kota Batam terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) tenaga kerja tahun 2025. Sebanyak 2.650 warga Batam tercatat mengikuti program ini sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global.
Program pelatihan ini merupakan salah satu dari 15 program prioritas Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, yang menargetkan peningkatan keterampilan kerja dan pengembangan industri kreatif di Batam.
Pelaksanaan pelatihan dan bimtek dilakukan secara bertahap hingga September 2025 dan terbuka khusus bagi pemilik KTP Batam. Dari total peserta, 1.478 orang mengikuti pelatihan berbasis unit kompetensi, sementara 1.172 lainnya mengambil bagian dalam bimtek sesuai dengan bidang keterampilan masing-masing.
Program ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Total terdapat 56 jenis pelatihan yang ditawarkan, mencakup sektor industri, jasa, hingga usaha mandiri.
Beberapa pelatihan unggulan antara lain: welding inspector basic, las 3G–6G, operator forklift, K3 umum dan migas, HRD pariwisata, bahasa Inggris, animasi, tata boga, menjahit, dan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Tak hanya pelatihan, Disnaker Batam juga menggelar 48 kegiatan bimtek yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan langsung dari sektor industri. Program ini disambut antusias oleh masyarakat Batam, terbukti dari peningkatan jumlah peserta dibanding tahun 2024 yang tercatat hanya 1.763 orang.
Melalui program ini, Pemko Batam berharap dapat melahirkan tenaga kerja bersertifikat, profesional, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai Kota Madani yang modern, inovatif, dan menjadi pusat investasi serta pariwisata unggulan di Asia Tenggara.





