Amil BAZNAS Bukan Sekadar Pengelola Zakat, Ini Pesan Pimpinan BAZNAS RI dari Batam

Batam | Peran amil zakat tidak sekadar menghimpun dan menyalurkan dana zakat. Lebih dari itu, amil menjadi jembatan yang mempertemukan muzaki dengan mustahik dalam sebuah ikhtiar menuju keberkahan dan jalan Allah.

Pesan tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia Bidang Riset, Kajian, Inovasi, dan Perencanaan, H. Syarifuddin, S.Ag., ME, saat melakukan kunjungan ke BAZNAS Kota Batam, Selasa (15/9)

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran amil, khususnya dalam strategi fundraising sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengelolaan zakat yang efektif, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Kedatangan H. Syarifuddin disambut langsung Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I, bersama jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Batam.

Habib Soleh menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan BAZNAS RI menjadi kesempatan berharga bagi jajaran BAZNAS Kota Batam untuk memperluas wawasan serta menyerap pengalaman dalam pengelolaan zakat di tingkat nasional.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Tentunya banyak hal yang bisa kami pelajari dari pengalaman dan pemikiran pimpinan BAZNAS RI, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Batam,” ujar Habib Soleh.

Dalam arahannya, H. Syarifuddin menekankan bahwa posisi amil memiliki peran penting dalam keseluruhan ekosistem zakat. Amil bukan hanya bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, tetapi juga menjadi perantara kebaikan antara muzaki dan mustahik.

Dari sisi muzaki, kata dia, amil membantu mengantarkan seseorang menunaikan kewajiban zakat sebagai bentuk syukur sekaligus upaya membersihkan diri dari rasa ego dan kecintaan berlebihan terhadap harta.

Sementara dari sisi mustahik, amil hadir sebagai penghubung bantuan dan kepedulian dari muzaki. Dana zakat yang disalurkan diharapkan dapat membantu mustahik menghadapi ujian kehidupan sekaligus membuka jalan menuju kondisi yang lebih baik.

“Peran amil sangat penting. Di satu sisi menjadi perantara muzaki menuju jalan Allah melalui zakat sebagai tanda syukur dan memangkas ego. Di sisi lain, amil menjadi perantara bagi mustahik agar mampu menghadapi ujian kehidupan dengan sabar melalui bantuan yang bersumber dari dana zakat,” demikian inti arahan H. Syarifuddin.

Ia juga mendorong jajaran amil BAZNAS Kota Batam untuk terus mengoptimalkan penghimpunan zakat. Semakin kuat fundraising dilakukan, semakin besar pula potensi zakat yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Namun, pengelolaan zakat menurutnya tidak boleh berhenti pada pola pemberian bantuan semata. Zakat harus diarahkan pada program pemberdayaan yang mampu mendorong mustahik untuk bangkit, berkembang, dan memiliki kemandirian ekonomi.

Dengan demikian, penerima manfaat tidak selamanya berada dalam posisi mustahik, tetapi diharapkan suatu saat mampu bertransformasi menjadi muzaki.

Di sisi lain, profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Kepercayaan masyarakat tersebut merupakan modal utama agar semakin banyak muzaki menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

BAZNAS Kota Batam pun berkomitmen memperkuat pengelolaan zakat secara profesional dan berbasis data, sehingga penghimpunan maupun pendistribusiannya dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Komitmen tersebut dijalankan dengan memegang prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Melalui penguatan kapasitas amil, strategi fundraising yang lebih optimal, serta pengelolaan zakat yang amanah dan akuntabel, BAZNAS Kota Batam diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

 

 

Reporter : Lia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *