Harga Emas Pegadaian Stabil, Momentum “Buy the Dip” Dinilai Masih Terbuka

Emas di Pegadaian

posmetrobatam.co.id | Harga emas batangan di Pegadaian terpantau tidak mengalami perubahan pada perdagangan Minggu (5/4) pagi. Setelah sempat mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya, harga tiga produk emas utama kini tertahan di level yang sama seperti Sabtu pagi.

Berdasarkan pantauan di laman Sahabat Pegadaian pada pukul 07.56 WIB, harga emas Antam berada di angka Rp2.972.000 per gram, emas UBS Rp2.885.000 per gram, dan emas Galeri24 Rp2.870.000 per gram.

Stabilnya harga ini mencerminkan fase konsolidasi setelah koreksi yang terjadi sebelumnya, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin masuk atau menambah investasi emas.

Adapun rincian harga emas Pegadaian untuk masing-masing produk adalah sebagai berikut:

Galeri24

0,5 gram: Rp1.505.000
1 gram: Rp2.870.000
2 gram: Rp5.672.000
5 gram: Rp14.076.000
10 gram: Rp28.076.000
25 gram: Rp69.812.000
50 gram: Rp139.514.000
100 gram: Rp278.891.000
250 gram: Rp695.513.000
500 gram: Rp1.391.025.000
1.000 gram: Rp2.782.049.000

Antam

0,5 gram: Rp1.539.000
1 gram: Rp2.972.000
2 gram: Rp5.881.000
3 gram: Rp8.795.000
5 gram: Rp14.623.000
10 gram: Rp29.188.000
25 gram: Rp72.839.000
50 gram: Rp145.595.000
100 gram: Rp291.109.000

UBS

0,5 gram: Rp1.560.000
1 gram: Rp2.885.000
2 gram: Rp5.724.000
5 gram: Rp14.144.000
10 gram: Rp28.139.000
25 gram: Rp70.209.000
50 gram: Rp140.130.000
100 gram: Rp280.150.000
250 gram: Rp700.168.000
500 gram: Rp1.398.692.000

Sementara itu, pihak Bank Mega Syariah menilai kondisi fluktuatif harga emas global justru menghadirkan peluang strategis bagi investor. Salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan adalah strategi buy the dip, yakni membeli aset saat harga sedang mengalami penurunan sementara.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan bahwa strategi ini dapat membantu masyarakat mengoptimalkan peluang investasi, terutama bagi mereka yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang seperti persiapan ibadah haji, biaya pendidikan, maupun penguatan portofolio aset.

Menurutnya, pergerakan harga emas memang dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari kondisi ekonomi, tingkat inflasi, kebijakan suku bunga, hingga dinamika geopolitik. Meski demikian, secara historis emas tetap menjadi instrumen investasi yang relatif stabil dan banyak dipilih untuk menjaga nilai kekayaan.

“Investasi emas tidak hanya soal momentum jangka pendek, tetapi juga potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dengan harga yang saat ini cenderung lebih stabil dan relatif terjangkau, kondisi ini dinilai menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi atau menambah kepemilikan emas sebagai bagian dari strategi keuangan yang lebih matang.

 

 

Pewarta : Elisya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *