posmetrobatam.co.id | Harga emas hari ini yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (19/9) menunjukkan logam mulia yakni buatan Galeri24 dan Antam merosot, sedangkan dari UBS mengalami kenaikkan.
Harga jual emas Antam turun menjadi Rp2.187.000 dari semula Rp2.204.000 per gram, begitu pula emas Galeri24 turut merosot ke angka Rp2.087.000 dari awalnya dibanderol dengan harga Rp2.105.000 per gram.
Sementara itu harga emas UBS justru mengalami kenaikkan menjadi Rp2.125.000 dari awalnya Rp2.116.000 per gram.
Berikut daftar harga emas masing-masing produk:
Harga emas UBS:
- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.150.000
- Harga emas UBS 1 gram: Rp2.125.000
- Harga emas UBS 2 gram: Rp4.217.000
- Harga emas UBS 5 gram: Rp10.420.000
- Harga emas UBS 10 gram: Rp20.730.000
- Harga emas UBS 25 gram: Rp51.722.000
Harga emas Galeri24:
- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.095.000
- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp2.087.000.
- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp4.113.000
- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp10.205.000
- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp20.355.000
- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp50.762.000
Harga emas Antam:
- Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.146.0000
- Harga emas Antam 1 gram: Rp2.187.000
- Harga emas Antam 2 gram: Rp4.310.000
- Harga emas Antam 3 gram : Rp6.439.000
- Harga emas Antam 5 gram: Rp10.697.000
- Harga emas Antam 10 gram: Rp21.335.000
- Harga emas Antam 25 gram: Rp53.207.000
Financial Analyst Finex Brahmantya Himawan menyatakan terdapat peluang besar untuk berinvestasi emas setelah Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) kembali memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4-4,25 persen.
Ia menuturkan keputusan pemangkasan suku bunga yang diumumkan pada Rabu (17/9) waktu Amerika Serikat, atau Kamis dini hari waktu Indonesia, tersebut, disertai dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia, mendorong emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai.
“Pemangkasan suku bunga The Fed menekan imbal hasil riil sehingga opportunity costmemegang emas semakin rendah,” ujar Brahmantya Himawan di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan kondisi tersebut menegaskan kembali relevansi emas dalam portofolio investasi, apalagi sejak pandemi COVID-19 emas konsisten dipandang sebagai instrumen lindung nilai paling solid.
Sementara saat ini, ia menilai kombinasi suku bunga riil yang rendah, inflasi yang tetap tinggi, dan risiko geopolitik global memperkuat sentimen positif terhadap logam mulia tersebut.
“Dalam sejarah, periode suku bunga riil rendah hingga negatif selalu beriringan dengan reli harga emas,” tuturnya.
Brahmantya menyampaikan selain faktor makroekonomi, momentum emas juga ditopang tingginya permintaan dari bank sentral negara berkembang, lonjakan investasi ritel, serta arus modal ke reksa dana berbasis emas (exchange traded fund/ETF).


