Tanjung Pinang | Nama Muhammmad Azzam Nurfitranto menjadi sorotan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepulauan Riau (Kepri) 2026. Atlet tenis lapangan asal Kota Tanjungpinang itu tampil gemilang dengan mempersembahkan dua medali emas, sekaligus mengakhiri penantian enam tahun Tanjungpinang tanpa emas di cabang olahraga tenis lapangan.

Pada POPDA Kepri 2026 yang berlangsung di Tanjung Balai Karimun pada 5–8 Juli 2026, Azzam sukses menjadi juara pada nomor tunggal putra. Ia juga meraih medali emas kedua di nomor ganda putra bersama pasangannya, Muhammad Fais.
Dua medali emas tersebut menjadi kontribusi besar bagi kontingen tenis lapangan Kota Tanjungpinang. Dari empat nomor yang dipertandingkan, dua di antaranya berhasil disumbangkan Azzam untuk Kota Gurindam.

Prestasi itu juga membantu Kota Tanjungpinang keluar sebagai Juara Umum POPDA X Kepri 2026 dengan total 89 medali, sekaligus mengakhiri penantian sekitar dua dekade tanpa gelar juara umum.
Ketua Kontingen Tenis Tanjungpinang, M. Pati, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para atlet yang berhasil melampaui target.
“Kita menargetkan dua emas, Alhamdulillah terlampaui. Ini semua tidak terlepas dari dukungan Ketua Pelti, pelatih, orang tua, dan para atlet,” ujarnya.
Menurut M. Pati, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan atlet, mulai dari pengurus, pelatih hingga dukungan penuh dari keluarga atlet.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Pelti Tanjungpinang, Rantha Fauzi Sembiring, memastikan pembinaan atlet muda akan terus ditingkatkan agar prestasi tenis lapangan Tanjungpinang semakin berkembang.
“Kita akan terus melakukan upaya-upaya agar olahraga tenis terus menorehkan prestasi untuk Tanjungpinang. Melalui komitmen bersama, Pengurus Pelti Tanjungpinang akan terus meningkatkan kemajuan tenis lapangan di Kota Tanjungpinang,” katanya.
Kini Koleksi 14 Medali Emas
Kesuksesan Azzam tidak diraih secara instan. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini awalnya justru tidak menyukai olahraga tenis lapangan.
Berkat dorongan sang ayah yang terus mengenalkan olahraga tersebut, Azzam mulai rutin berlatih sejak usia 12 tahun. Meski semula merasa terpaksa, lama-kelamaan ia jatuh cinta pada tenis lapangan dan menjadikannya sebagai jalan meraih prestasi.
Hanya dalam waktu sekitar tiga tahun menekuni olahraga tersebut, Azzam berkembang menjadi salah satu atlet muda potensial Kepulauan Riau. Hingga kini, ia telah mengoleksi 14 medali emas dari berbagai kejuaraan, mulai tingkat provinsi hingga internasional.
Sebelum tampil di POPDA Kepri 2026, Azzam juga berhasil menjuarai turnamen tenis lapangan yang digelar di Batam pada 14 Juni 2026, menjadi modal berharga sebelum bertanding di tingkat provinsi.

Orang Tua Berharap Azzam Tembus Seleksi Nasional
Ayah Azzam, Yanto Adrianto, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Ia berharap prestasi yang diraih di POPDA menjadi batu loncatan menuju level nasional.
“Semoga ke depan Azzam bisa mengikuti seleksi nasional. Untuk bisa lolos, Azzam harus mampu masuk peringkat 1 sampai 15 nasional. Kami akan terus mendukung dan mendoakan agar cita-cita itu bisa tercapai,” ujar Yanto, Jumat (24/7).
Dengan usia yang masih muda dan prestasi yang terus bertambah, Muhammmad Azzam Nurfitranto diharapkan mampu menjadi salah satu atlet tenis lapangan andalan Kepulauan Riau yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





