Penalti Havertz di Menit Akhir Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen

posmetrobatam.co.id | Laga emosional tersaji di Stadion BayArena saat Arsenal bertamu ke markas Bayer Leverkusen dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Kai Havertz, yang kembali ke stadion tempat ia dibesarkan, menjadi aktor protagonis yang menyelamatkan muka The Gunners.

Gol penaltinya di menit-menit akhir membuyarkan kemenangan Leverkusen yang sudah di depan mata dan memaksakan hasil imbang 1-1.

Sebelum pertandingan dimulai, admin media sosial Leverkusen sempat melontarkan candaan dengan mengunggah pesan “Dilarang tendangan penjuru”. Ini merupakan sindiran halus terhadap strategi bola mati Arsenal yang sangat mematikan musim ini.

Uniknya, candaan tersebut seolah menjadi kenyataan di babak pertama, di mana Arsenal benar-benar dibuat tumpul dan gagal mendapatkan satu pun sepak pojok hingga waktu turun minum.

Memasuki babak kedua, situasi berbalik dengan cepat. Baru dua menit laga berjalan, Leverkusen langsung menggebrak.

Berawal dari skema sepak pojok, kapten tim Robert Andrich berhasil menyelinap tanpa kawalan dan menyundul bola ke tiang jauh yang gagal dihalau oleh David Raya.

Gol ini bermula dari tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Kasper Hjulmand sesaat setelah sepak mula dilakukan.

Arsenal, yang datang dengan status unggulan setelah menyapu bersih delapan kemenangan di fase grup, tampak kesulitan menghadapi disiplinnya pertahanan Leverkusen.

Skuad muda tuan rumah menunjukkan bahwa mereka tetap tangguh meski telah banyak berubah sejak era tak terkalahkan Xabi Alonso. Lini depan Arsenal yang biasanya tajam, kali ini terlihat kurang kreativitas dalam membongkar rapatnya barisan belakang yang dipimpin oleh Jarell Quansah.

Manajer Mikel Arteta menyadari ada yang salah dengan alur serangan timnya. Ia pun melakukan langkah berani dengan menarik keluar Bukayo Saka dan menggantikannya dengan Noni Madueke, serta memasukkan Kai Havertz untuk menggantikan Viktor Gyökeres.

Masuknya kedua pemain ini memberikan dimensi serangan baru bagi klub asal London Utara tersebut di tengah guyuran hujan yang baru saja reda di wilayah Rhineland.

Keputusan Arteta terbukti jitu. Saat pertandingan memasuki fase kritis enam menit sebelum bubaran, Noni Madueke melakukan aksi individu memukau dengan merangsek ke dalam kotak penalti. Pergerakan lincahnya memaksa pemain Leverkusen, Malik Tillman, melakukan pelanggaran ceroboh yang berujung pada hadiah penalti bagi tim tamu.

Kai Havertz maju sebagai eksekutor di bawah tekanan ribuan pendukung mantan klubnya. Dengan tenang, pemain timnas Jerman tersebut menyarangkan bola ke gawang, membuat skor menjadi seimbang 1-1.

Bagi Havertz, gol ini terasa sangat spesial karena terjadi di stadion yang menjadi saksi awal karier profesionalnya, sekaligus menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk menatap laga selanjutnya.

Meski gagal menang, Arsenal setidaknya bisa sedikit bernapas lega karena tidak pulang dengan tangan hampa. Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim masih sama kuat untuk lolos ke babak perempat final.

Semuanya akan ditentukan pada laga leg kedua yang akan digelar di Emirates Stadium pada Selasa depan, di mana Arsenal diharapkan mampu tampil lebih dominan di hadapan pendukungnya sendiri.

 

Editor : Zaki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *