Pimpin Apel Pagi, Wakapolsek Belakang Padang IPDA Denny Aryanto Tekankan Kewaspadaan Mako dan Kualitas Pelayanan

Batam | Guna meningkatkan disiplin serta kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Polsek Belakang Padang menggelar apel pagi rutin di lapangan Mapolsek Belakang Padang, Senin (02/02/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Belakang Padang, IPDA Denny Aryanto.

Dalam arahannya, IPDA Denny Aryanto menyampaikan apresiasi pimpinan kepada seluruh personel atas terjaganya situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Belakang Padang yang tetap aman dan kondusif selama 24 jam terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh anggota, khususnya personel piket, tidak lengah dalam menjalankan tugas.

“Kewaspadaan mako adalah prioritas utama. Pastikan seluruh instalasi listrik, pendingin ruangan (AC), serta perangkat komputer diperiksa sebelum dan sesudah bertugas guna mencegah potensi bahaya kebakaran,” tegasnya.

Selain menyoroti keamanan internal, Wakapolsek juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menginstruksikan agar ruang pelayanan selalu terisi dan menegaskan larangan keras bagi personel untuk menolak laporan maupun pengaduan dari masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, IPDA Denny Aryanto turut menyampaikan atensi khusus pimpinan sesuai arahan Kapolresta Barelang dan Kapolri. Dua poin krusial menjadi penekanan utama, yakni pemberantasan narkoba dan pencegahan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural.

Seluruh personel diingatkan untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apa pun. Pelanggaran terhadap hal tersebut akan berujung pada sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) serta proses hukum pidana. Selain itu, personel juga dilarang keras membekingi atau terlibat dalam praktik pengiriman PMI ilegal, mengingat isu tersebut menjadi perhatian langsung Presiden RI dan pimpinan Polri.

Menutup arahannya, Wakapolsek meminta unit patroli agar terus mengintensifkan kegiatan sambang dan patroli di wilayah-wilayah rawan, khususnya yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas dan aksi balap liar, demi menjaga rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. (m. yusuf suhaili)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *