Batam | RSUD Embung Fatimah Kota Batam mulai menguji coba aplikasi Layanan Terintegrasi Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Kemitraan (LENTERA). Inovasi berbasis digital ini disiapkan untuk mempermudah mahasiswa, peneliti, serta institusi pendidikan dalam mengurus berbagai kebutuhan akademik di lingkungan rumah sakit.
Melalui aplikasi LENTERA, pengajuan izin praktik, magang, penelitian, pengambilan data, hingga kerja sama kemitraan nantinya dapat dilakukan melalui satu sistem terintegrasi. Dengan demikian, pemohon tidak lagi harus melewati sejumlah tahapan administrasi melalui media komunikasi yang berbeda.
Kepala Bagian Umum RSUD Embung Fatimah, Kasmawati, selaku pemimpin proyek pengembangan aplikasi tersebut, mengatakan LENTERA dirancang untuk menyederhanakan proses pelayanan sekaligus meningkatkan keteraturan administrasi kegiatan pendidikan dan penelitian di rumah sakit.
“Melalui LENTERA, berbagai layanan yang berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, praktik atau magang, penelitian, pengambilan data, dan kemitraan akan diarahkan dalam satu mekanisme yang terintegrasi,” kata Kasmawati, Jumat (6/11/2026).
Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap uji coba. Fitur yang tersedia baru sebatas informasi layanan, sedangkan sejumlah fitur lainnya, seperti pendaftaran, verifikasi dokumen, pelacakan status permohonan, hingga pelaporan, masih dalam proses penyempurnaan.
Setelah seluruh fitur beroperasi, pemohon dapat mengakses informasi jenis layanan beserta persyaratannya, kemudian mengajukan permohonan secara daring. Selanjutnya, dokumen yang masuk akan diverifikasi dan dikoordinasikan dengan unit atau bidang terkait sebelum diproses untuk memperoleh rekomendasi dan persetujuan sesuai kewenangan.
Tidak hanya mempermudah pengajuan, aplikasi ini juga nantinya memungkinkan pemohon memantau perkembangan permohonan secara mandiri. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan untuk datang berulang kali ke rumah sakit hanya demi menyerahkan berkas atau menanyakan sejauh mana proses pengajuan berlangsung.
Di sisi internal, penerapan LENTERA juga diharapkan memperkuat koordinasi antarunit yang terlibat dalam pelayanan pendidikan dan penelitian, mulai dari Instalasi Diklat, bidang pelayanan, komite terkait, hingga unit kerja lainnya.
Pengembangan LENTERA sendiri merupakan bagian dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) yang digagas Kasmawati dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026.
Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari, yang akrab disapa Roro, menyambut positif pengembangan inovasi tersebut. Ia menilai digitalisasi layanan akademik menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tata kelola rumah sakit pendidikan yang lebih baik.
“Penguatan fungsi rumah sakit pendidikan harus didukung dengan tata kelola yang baik, termasuk dalam pengelolaan kegiatan pendidikan, pelatihan, praktik, hingga penelitian,” ujarnya.
Ke depan, RSUD Embung Fatimah menargetkan LENTERA menjadi bagian dari sistem kerja rutin rumah sakit. Untuk mewujudkannya, pengembangan aplikasi akan dilanjutkan melalui standardisasi prosedur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan basis data, serta evaluasi pelayanan secara berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, RSUD Embung Fatimah tidak hanya ingin menghadirkan kemudahan dalam urusan administrasi, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, memperluas kemitraan dengan institusi pendidikan, serta mendukung lahirnya penelitian yang bermanfaat bagi dunia kesehatan.
Pengembangan LENTERA sekaligus menjadi bagian dari langkah RSUD Embung Fatimah dalam mewujudkan visi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Terpercaya Pilihan Masyarakat dengan Pelayanan yang Unggul.





