Bintan | Sejumlah warga mengeluhkan kondisi sepeda motor mereka setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di salah satu SPBU di kawasan Kilometer 16, Kabupaten Bintan. Motor warga disebut mengalami gangguan mesin, mulai dari mengeluarkan asap hingga tarikan mesin menjadi berat.
Salah seorang warga Toapaya, Hendrik, mengatakan sepeda motornya mulai mengalami masalah sehari setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut, Kamis, 20 Agustus 2026. Menurutnya, saat ini sepeda motornya telah dibawa ke bengkel dan ditemukan kerusakan pada bagian klep mesin.
“Kamis kemarin kami isi. Pas hari Jumat kami lihat tutup pom bensin. Sekarang motor masuk bengkel, klepnya pada bocor,” kata Hendrik Selasa 25 Agustus 2026.
Hendrik mengatakan, kondisi serupa juga dialami sejumlah rekannya. Selain mengeluarkan asap, sepeda motor mereka mengalami penurunan performa sehingga tarikan mesin terasa lebih berat.
“Berat juga mesin jadinya. Kawan-kawan saya di Sei Ladi juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Hendrik menduga gangguan tersebut terjadi karena Pertalite yang dibelinya tercampur dengan bahan bakar jenis lain. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kerusakan pada sepeda motornya.
“Mungkin tercampur solar atau apa di Pertalitenya, makanya motor saya berasap,” ujarnya.
Kanit Tipiter Polres Bintan, Iptu Daeng Salamun, mengatakan kepolisian telah menerima informasi mengenai keluhan warga tersebut. Polisi akan melakukan pengecekan ke SPBU Kilometer 16 untuk memastikan penyebab gangguan yang dialami kendaraan warga.
“Baru dapat info ini, kita akan lakukan pengecekan,” kata Daeng Salamun.





