posmetrobatam.co.id | Di bJalik euforia Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar pada 11 Jun 2026-19 Jul 2026 , ancaman kejahatan siber justru meningkat. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mendeteksi lonjakan aktivitas penipuan yang memanfaatkan momentum turnamen ini, mulai dari tiket palsu hingga iming-iming hadiah besar.
Para peneliti Kaspersky menemukan berbagai modus penipuan yang meniru situs resmi turnamen atau memanfaatkan popularitas acara untuk tujuan berbahaya. Akibatnya, data pribadi dan keuangan pengguna terancam disalahgunakan.
Salah satu modus yang ditemukan adalah situs phishing yang menawarkan pembelian tiket pertandingan. Situs tersebut menyediakan berbagai metode pembayaran dalam banyak mata uang dan menggunakan tampilan visual yang menyerupai identitas resmi turnamen. Namun, setelah pengguna menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran, mereka berisiko kehilangan uang sekaligus membocorkan data pribadi kepada pelaku.
Tak hanya tiket, penipuan juga menyasar penjualan merchandise. Situs palsu menawarkan produk “resmi” seperti boneka maskot dan kaus dengan diskon besar untuk menarik minat korban. Untuk meningkatkan kepercayaan, pelaku bahkan mencantumkan label “Toko Terpercaya” serta formulir yang meminta data pribadi dan informasi perbankan.
Modus lain yang marak adalah kampanye email phishing. Pelaku mengirim email dengan judul menarik dan isi persuasif agar korban mengeklik tautan berbahaya atau mengirim uang. Dalam beberapa kasus, korban menerima email yang mengatasnamakan pihak resmi turnamen dengan informasi palsu terkait keputusan lembaga internal FIFA.
Selain itu, ditemukan pula email penipuan yang mengklaim penerima telah memenangekan hadiah sebesar US$ 500.000, lengkap dengan janji tiket, penerbangan, dan akomodasi gratis. Korban kemudian diminta menghubungi pengirim untuk mengeklaim hadiah, yang sebenarnya merupakan jebakan penipuan.
Kaspersky juga mencatat maraknya spam dan iklan tidak diinginkan terkait penjualan suvenir bertema piala dunia, yang sebagian besar berpotensi menjadi penipuan.
“Email yang tampaknya normal atau bahkan menarik seringkali tidak hanya berisikan tautan dan lampiran berbahaya. Dalam beberapa kasus, interaksi yang ceroboh dengan pesan-pesan tersebut dapat menyebabkan infeksi perangkat yang serius. Kami merekomendasikan agar pengguna mengabaikan email dan situs web yang mencurigakan untuk melindungi keuangan dan menjaga keamanan perangkat serta data pribadi mereka,” kata analis spam senior di Kaspersky, Anna Lazaricheva, dalam pernyataan resminya, Senin (4/5/2026).
Untuk menghindari penipuan, Kaspersky mengimbau pengguna agar selalu memeriksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi, serta memastikan hanya mengakses platform resmi untuk menonton atau mengunduh konten.
Selain itu, penting untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun penting serta rutin memantau aktivitas akun guna mencegah akses tidak sah.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah tidak sembarangan mengeklik tautan atau membuka lampiran dari email mencurigakan, serta selalu memeriksa keaslian situs toko online, termasuk memastikan URL dan tampilan situs tidak mengandung kejanggalan.
Editor : Aken





