Wisata Kuliner di Kawasan Bisnis Nagoya : Ani Snack Tawarkan Cita Rasa Tradisional Khas Batam

Batam | Lokasinya strategis dekat dengan negara Singapura dan Malaysia, menjadi nilai plus tersendiri bagi Batam.

Tak ayal lagi, salah satu kota terbesar di Kepri ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegera (wisman) dan wisatawan lokal yang sengaja datang ke Batam untuk selanjutnya menyebrang ke negeri jiran lewat transportasi laut.

Bacaan Lainnya

Sejalan dengan itu, Batam memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi saat liburan atau akhir pekan, termasuk untuk wisata kuliner dari makanan berat hingga makanan ringan bisa dinikmati di sini.

Bagi kamu yang suka cemilan, asinan buah-buahan atau sejenisnya, kamu bisa datang ke kawasan Nagoya yang merupakan kawasan bisnis di Batam, dekat Pasar Pujabahari, Kecamatan Lubuk Baja.

Kawasan ini termasuk kawasan ramai di Batam dengan aktivitas masyarakat yang melakukan transaksi jual beli.

Tak jauh dari pasar ini terdapat emperan yang menjajakan aneka cemilan dan asinan, serta menawarkan kelezatan tradisional khas Batam.

Pemilik dagangan itu adalah Ibu Ani, seorang perempuan berusia 37 tahun yang telah melakoni usaha kulinernya selama 10 tahun.

Meskipun usahanya tidak berada di dalam toko, hanya di emperan, Ibu Ani tetap gigih dalam menjalankan usahanya.

Ibu Ani menjual berbagai macam cemilan dan asinan buah-buahan. Semuanya merupakan hasil karya tangan-tangan terampil dari para ibu rumah tangga di Batam.

“Snack-snack saya ini ada saya yang buat, ada ibu-ibu rumah tangga yang buat, orang-orang Batam semua yang buat snack ini,” ujar Ibu Ani kepada wartawan, Rabu (20/11/2024)

Asinan buah-buahan yang dijajakan Ibu Ani di emperan toko ini menjadi salah satu daya tarik utama. Tersedia berbagai macam buah, seperti salak, kedondong, dan lainnya.

“Kalau untuk asinan buah-buahan ini pakai pengawet makanan ya,” kata Ibu Ani.

Ia menyebut, ramainya kawasan Nagoya cukup berdampak ke usahanya.

“Di sini pemutarannya cepat, dia (asinan buah) harus cepat habis, dua tiga hari harus habis. Ini buahnya kalau lambat habis bau tengik, jadi pemutaran penjualannya harus cepat habis,” tambahnya.

Ibu Ani juga menjelaskan perbedaan antara asinan buah-buahan dan cemilan lainnya.

“Kalau untuk keripik dan snack ini tak apa-apa lama habis, karena dia tidak sama dengan manisan buah-buahan ini. Karena snack ini tidak pakai pengawet, kalau manisan buah-buahan ini dia pakai pengawet,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan Ibu Ani pun cukup terjangkau.

“Manisan ini banyak macam-macam buahnya ya. Jadi harganya satu kilonya Rp50.000. Kalau untuk snack banyak harga, kalau paling murah itu harganya Rp80.000 satu kilonya,” katanya.

Terkait keuntungan dan kerugian dalam menjalankan usahanya, Ibu Ani mengatakan bahwa hal itu merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis.

“Kalau untuk untung dan rugi itu pasti ada ya, namanya pun kita berjualan,” ungkapnya bijak.

Ibu Ani juga mengungkapkan, pelanggannya kebanyakan berasal dari Batam.

“Kalau yang beli snack saya ini kebanyakan orang Batam ya, kalau orang-orang dari luar itu jarang,” ujarnya.

Meskipun berada di emperan toko, “Ani Snack” telah menjadi tempat favorit bagi para pencinta camilan dan asinan buah-buahan di Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan, destinasi wisata kuliner masuk dalam klasterisasi tema pariwisata di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam, Bintan, dan Karimun.

“Wisata kuliner ini juga bisa menarik minat orang untuk datang berkunjung,” kata Guntur.

Ia merespons positif kehadiran Ani Snack dalam mendukung pengembangan pariwisata di Batam.

“Terlebih lokasinya berada di kawasan Nagoya yang merupakan pusat perdagangan, perkantoran dan bisnis di Batam, pas,” ujarnya.

Di sisi lain, Guntur juga menekankan perlunya menjaga kebersihan di lokasi dan keramahtamahan penjual.

“Biar orang lebih nyaman untuk datang, walaupun tempatnya di emperan, penting kebersihan tetap dijaga ya,” kata Guntur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *