WN Singapura Ditemukan Meninggal di Hotel GW Nagoya Batam, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Batam | Seorang warga negara (WN) Singapura ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sebuah hotel di kawasan Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kamis (21/5). Penemuan jasad pria asing tersebut sempat menggegerkan pihak hotel dan para tamu yang berada di lokasi.

Korban diketahui menginap di Hotel GW Nagoya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar tempatnya menginap. Peristiwa itu bermula ketika pihak hotel merasa curiga karena korban tidak memberikan respons saat dihubungi maupun ketika pintu kamar diketuk dalam waktu cukup lama.

Karena khawatir terjadi sesuatu, petugas hotel kemudian melakukan pengecekan bersama sejumlah saksi. Setelah pintu kamar berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel kepolisian bersama tim identifikasi tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti di sekitar kamar hotel.

Garis polisi pun dipasang di area sekitar kamar guna mempermudah proses penyelidikan dan menghindari kerumunan warga maupun tamu hotel lainnya. Aktivitas aparat kepolisian sempat menarik perhatian pengunjung hotel yang berada di sekitar lokasi.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat pertama kali ditemukan tidak terlihat adanya tanda-tanda mencolok kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, aparat kepolisian masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk riwayat kesehatan korban serta aktivitas terakhirnya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kapolsek Lubuk Baja, Deny Langie membenarkan adanya penemuan WN Singapura tersebut. Ia menyebutkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab kematian masih didalami. Belum dipastikan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujar Kompol Deny Langie saat dikonfirmasi.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *