Batam | Perselisihan antara Dodi Novanto dan Junico yang sempat viral di media sosial akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik melalui mediasi yang difasilitasi Polresta Barelang di Mapolresta Barelang, Jumat (17/7).
Kesepakatan damai tersebut dicapai dalam mediasi yang dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, didampingi Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie. Hasil mediasi kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Dalam perjanjian itu, Dodi Novanto selaku pelapor dan Junico sebagai terlapor sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Keduanya saling memaafkan serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa di kemudian hari.
Pada kesempatan tersebut, Junico menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Dodi atas insiden yang terjadi. Ia mengakui keributan itu dipicu oleh kesalahpahaman dan menegaskan tidak memiliki niat untuk memperpanjang persoalan.
Permohonan maaf tersebut diterima oleh Dodi. Ia memilih mengedepankan penyelesaian secara damai demi mengakhiri polemik yang sempat menjadi perhatian publik.
“Iya, terlapor sudah minta maaf. Ya sudah, saya coba besar hati untuk menerima permohonan maafnya,” ujar Dodi usai mediasi.
Sementara itu, Junico memastikan persoalan di antara mereka telah selesai. Menurutnya, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan bersepakat menjaga hubungan yang lebih baik agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai simbol berakhirnya perselisihan, Dodi dan Junico berjabat tangan di hadapan Kapolresta Barelang dan Kapolsek Lubukbaja. Suasana mediasi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan hingga kedua pihak menyatakan konflik telah tuntas.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie, mengatakan peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat itu berawal dari kesalahpahaman. Menurutnya, berbagai isu yang berkembang di media sosial, termasuk dugaan persoalan asmara sebagai pemicu keributan, telah diklarifikasi langsung kepada kedua belah pihak.
“Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kejadian itu murni dipicu miskomunikasi yang kemudian berkembang menjadi keributan,” jelas Deni.
Sebelumnya, Dodi Novanto dan Junico terlibat adu mulut yang berujung aksi saling dorong di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Nagoya, Kecamatan Lubukbaja, pada Kamis (16/7) malam. Rekaman video insiden itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Melalui mediasi yang difasilitasi Polresta Barelang, kedua belah pihak akhirnya memilih jalan damai. Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, konflik yang sempat menyita perhatian publik dipastikan telah selesai secara kekeluargaan, sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Pewarta : Eko





