Batam | Harga daging beku di Kota Batam melonjak tajam hingga mencapai Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan ini mengejutkan banyak pihak, terutama jelang momen konsumsi tinggi seperti akhir pekan dan musim liburan. Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota Batam akan menggelar rapat darurat bersama para distributor pada Selasa, 15 Juli 2025.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, mengatakan bahwa rapat tersebut akan melibatkan berbagai unsur, baik dari pemerintah maupun para pelaku distribusi bahan pokok, guna mencari akar permasalahan dan merumuskan solusi jangka pendek serta jangka panjang.
“Besok (Selasa_red) kami akan rapatkan bersama distributor dan instansi terkait untuk membahas stok sembako dan kenaikan harga ini. Kami belum bisa pastikan penyebabnya, nanti setelah rapat baru akan kami sampaikan hasilnya,” ujar Gustian, Senin (14/7).
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Ariyanto, mengakui bahwa dari sisi distributor memang telah terjadi lonjakan harga. Namun, ia belum bisa memastikan faktor penyebab utamanya.
“Kami masih melacak penyebab pastinya. Memang ada kenaikan dari pihak kami, tapi untuk detailnya akan kami sampaikan setelah rapat besok,” katanya.
Ariyanto menambahkan, harga normal daging beku sebelumnya berada di kisaran Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Lonjakan menjadi Rp120 ribu per kilogram disebut tidak lazim dan perlu dikaji lebih lanjut.
Selama ini, pasokan daging beku untuk Batam berasal dari Australia dan Selandia Baru, dengan jalur distribusi melalui Singapura sebagai negara transit. Faktor-faktor seperti kondisi di negara asal maupun kebijakan distribusi dari Singapura disebut sangat memengaruhi harga akhir di pasar lokal.
“Fluktuasi harga sangat tergantung pada harga dari pabrik atau negara asal. Jika pabrik menaikkan harga, kami ikut naik. Jika turun, kami ikut juga. Jadi, tren ini masih akan kami cermati,” jelas Ariyanto.





