Lubang Maut di Jalan S Parman Menuju Sei Beduk Telan Korban, Warga Menjerit Minta Perbaikan

Batam | Sebuah lubang besar menganga di Jalan S Parman, tepatnya di jalur dari Mukakuning menuju Seibeduk setelah pintu IV kawasan industri Batamindo. Lubang ini telah menjadi jebakan maut bagi para pengendara. Tak terhitung lagi jumlah korban yang terjatuh saat melintas, terutama di malam hari atau saat hujan mengguyur kawasan tersebut.

Lubang tersebut muncul akibat kebocoran pipa air di sisi jalan, yang terus mengalir dan menggenangi aspal hingga akhirnya menggerus permukaan jalan. Seiring waktu, lubang kian membesar, diperparah oleh lalu lintas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Bacaan Lainnya

“Awalnya kecil, tapi sekarang sudah lebar dan dalam. Air dari pipa bocor terus-menerus membuat jalan terkikis,” ungkap Sumardi, warga Seibeduk, Kamis (24/7/2025).

Alamsyah, warga lainnya, menuturkan bahwa lubang maut ini sudah memakan banyak korban. “Baru dua malam lalu, ada pengendara motor pulang kerja jatuh masuk lubang. Hampir tiap minggu ada kejadian serupa,” katanya prihatin.

Warga terpaksa mengambil tindakan darurat dengan menutup lubang menggunakan ranting pohon dan memberi tanda peringatan seadanya. Namun cara ini jelas hanya bersifat sementara dan tidak cukup melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan yang terus mengintai.

Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi Jalan S Parman secara keseluruhan memang sangat memprihatinkan. Dari simpang Panbil hingga ke arah Seibeduk, jalan dipenuhi lubang-lubang kecil, bergelombang, dan rawan kecelakaan. Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang-lubang tersebut, membuatnya nyaris tak terlihat.

“Kalau malam dan hujan, lubang nggak kelihatan sama sekali. Pernah juga teman saya jatuh gara-gara itu,” ujar Agus, seorang ojek online yang kerap melintas di jalur tersebut.

Warga Seibeduk kini menuntut perhatian serius dari pemerintah. Jalan S Parman adalah satu-satunya akses utama menuju kawasan Seibeduk, yang kini berkembang pesat menjadi wilayah padat penduduk dan kawasan industri.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, sebelumnya menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan secara tambal sulam terlebih dahulu. “Perbaikan menyeluruh masih menunggu alokasi anggaran yang sesuai,” jelasnya.

Namun warga menilai langkah tambal sulam tidak cukup. Mereka mendesak Pemko Batam untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Dengan padatnya kendaraan dan pertumbuhan penduduk yang cepat, Jalan S Parman seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan infrastruktur di Batam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *