KKN STAIN SAR Kepri Gaet Dukungan Waka I DPRD Batam H Aweng Kurniawan, Usung Inovasi “Batu Gajah” dan Revitalisasi Wisata Belakang Padang

Belakang Padang | Semangat membangun daerah tidak hanya lahir dari pejabat atau pelaku usaha, tetapi juga dari generasi muda yang peduli. Hal itu terlihat saat Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) melakukan audiensi dengan Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan, pada Sabtu (9/8/2025).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa KKN untuk memaparkan ide-ide segar mereka demi memajukan infrastruktur dan pariwisata di Belakang Padang, pulau yang kerap dijuluki “Pulau Penawar Rindu”.

Bacaan Lainnya

Salah satu fokus utama yang mereka angkat adalah revitalisasi akses jalan. Menurut mereka, kenyamanan wisatawan berawal dari kemudahan akses. Jalan yang rapi dan aman akan membuat pengunjung lebih betah, sekaligus memberi citra positif bagi Belakang Padang sebagai destinasi wisata yang ramah dan terawat.

Tak berhenti di situ, mahasiswa KKN ini juga menghadirkan gagasan kreatif yang cukup unik: pembangunan destinasi ikonik bertajuk “Batu Gajah”. Ide ini lahir dari potensi kearifan lokal yang ingin dikemas secara menarik, dengan menyulap sebuah kampung menjadi titik kunjungan baru yang sarat nilai budaya sekaligus memanjakan mata wisatawan. Konsep ini diharapkan dapat menjadi “magnet” baru di Belakang Padang, melengkapi panorama laut dan kehidupan masyarakat pesisir yang sudah menjadi daya tarik alami.

Menanggapi pemaparan tersebut, H. Aweng Kurniawan tidak hanya menyimak, tetapi juga memberikan respons positif yang membesarkan hati mahasiswa.

“Saya sepakat dengan hal itu, karena ini merupakan inovasi yang bagus untuk menjadikan Belakang Padang destinasi wisata, sekaligus memajukan infrastrukturnya. Saya akan mendukung penuh agar ide ini bisa terwujud,” ujarnya.

Dukungan dari pimpinan DPRD ini menjadi angin segar bagi mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri. Bagi mereka, kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan program pembangunan berkelanjutan di pulau tersebut.

Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan titik awal terbentuknya sinergi lintas sektor. Dengan semangat muda, kreativitas, dan dukungan dari pihak legislatif, harapan untuk melihat Belakang Padang berkembang menjadi destinasi wisata unggulan bukan lagi sekadar mimpi.

Kini, masyarakat menanti langkah nyata berikutnya dari ide menjadi realisasi, dari rencana menjadi kebanggaan baru bagi Kepulauan Riau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *