Belakang Padang | Suasana malam di Belakang Padang mendadak berubah semarak, Jumat (12/9/2025). Dentuman rebana, lantunan shalawat, serta derap langkah peserta pawai mewarnai jalanan utama. Ratusan warga yang tergabung dalam berbagai khafilah ikut ambil bagian dalam pawai akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Kegiatan syiar Islam yang penuh warna ini secara resmi dilepas oleh Sekretaris Camat Belakang Padang, Mexson Dody, S.STP dari depan Bank BRI.
Dengan semangat kebersamaan, peserta berjalan sambil menampilkan simbol-simbol Islam mulai dari miniatur, kaligrafi indah, panji-panji tauhid, hingga hiasan kreatif bernuansa religius.
Mexson dalam sambutannya menegaskan bahwa pawai Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
“Semoga peringatan Maulid Nabi ini membawa keberkahan bagi kita semua, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya penuh harap.
Pawai kali ini diikuti delapan khafilah dengan ratusan peserta yang tampil dengan ciri khas masing-masing, diantaranya :
1. Nurul Huda
2. Naim
3. At Taqwa
4. Rumaisyah
5. Al Jihad
6. Jannatul
7. Abdullah
8. Al Adam
Setiap kelompok hadir dengan kreativitas tersendiri dengan menampilkan hiasan bernuansa Islami. Sorak takbir dan lantunan shalawat dari peserta membuat suasana terasa hidup, menggetarkan hati setiap penonton yang memadati tepi jalan.
Pawai Belakang Padang Bershalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi 1447 H ini terselenggara berkat inisiatif Yayasan Husnul Khotimah yang menjadi penyelenggara utama, dengan dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, KUA Belakang Padang, Polsek Belakang Padang, Wira Pratama Belakang Padang, BTN, BMGQ Kota Batam, Muslimat NU, IPHI, IPIM, Yayasan Al Firdaus Belakang Padang, PHBI Kecamatan Belakang Padang, hingga DMI. Kehadiran beragam organisasi tersebut menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi ruang kolaborasi yang mempersatukan masyarakat lintas lembaga.
Masyarakat Belakang Padang pun menyambut pawai dengan antusias. Dari anak-anak hingga orang tua tumpah ruah menyaksikan jalannya khafilah, seolah pulau kecil ini benar-benar bergema oleh cinta Rasulullah SAW.
Pawai Maulid Nabi 1447 H di Belakang Padang tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga bukti nyata bagaimana syiar Islam dan tradisi keagamaan terus dijaga, diwariskan, serta menjadi perekat persatuan masyarakat pulau.





