Lomba Karaoke Guncang Malam Kesenian Keempat di Pentas Rakyat Kebun Tempang

Belakang Padang | Malam keempat rangkaian pentas rakyat dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di RT 003 RW 004 Kebun Tempang kembali menghadirkan hiburan yang mengundang antusiasme warga, Selasa malam (23/9/2025). Kali ini, sorotan utama tertuju pada lomba karaoke yang sukses menciptakan suasana penuh tawa, tepuk tangan, dan sorakan dukungan dari penonton.

Sejak peserta pertama naik ke panggung, suasana langsung hangat. Satu per satu peserta unjuk kebolehan, diantaranya Boby, Sukiah, Pian, Ani Yunan, Ameng, Ayah Man, hingga Memet. Masing-masing tampil dengan gaya khas ada yang serius membawakan lagu dengan penuh penghayatan, ada pula yang sengaja menambahkan improvisasi kocak sehingga membuat penonton terpingkal.

Bacaan Lainnya

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian malam itu datang dari Ayah Man. Dengan kacamata hitamnya yang khas, ia membawakan lagu “Tidak Semua Laki-Laki” penuh penghayatan. Setiap bait ia lantunkan dengan ekspresi mendalam, membuat penonton terbawa suasana, seakan larut dalam lirik yang ia nyanyikan.

Tepuk tangan meriah selalu mengiringi setiap penampilan. Bahkan beberapa penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang sulit dilupakan. Lomba karaoke malam itu seakan menjadi magnet yang menyedot perhatian warga, membuktikan bahwa musik memang bahasa universal yang bisa menyatukan semua generasi.

Izhar, selaku panitia, mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme warga.
“Karaoke ini luar biasa, penontonnya heboh sekali. Peserta tampil apa adanya tapi penuh semangat. Yang terpenting bukan soal siapa juara, tapi bagaimana kita bisa sama-sama terhibur dan semakin akrab sebagai warga Kebun Tempang,” ujarnya.

Selain lomba karaoke, malam kesenian keempat juga tetap dimeriahkan dengan penampilan dari kategori lain. Namun, sorak-sorai penonton paling ramai memang tercurah pada lomba karaoke yang menjadi hiburan favorit warga.

Kemeriahan malam ini sekali lagi membuktikan bahwa pentas rakyat bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga ruang kebersamaan. Karaoke menjadi medium sederhana namun bermakna, mempererat silaturahmi warga dalam suasana gembira dan penuh kehangatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *