SD Negeri 016 Belakang Padang Antusias Jalankan Program Makan Bergizi Gratis: Bisa Request Menu

Belakang Padang | Aroma masakan yang baru diantar tercium semerbak di ruang kelas SD Negeri 016 Belakang Padang, Jum’at (10/10). Di sela riuh tawa anak-anak yang baru saja menyelesaikan pelajaran pagi, nampak deretan wadah stainless berisi menu bergizi siap disantap. Senyum-senyum kecil mengembang ketika para siswa berbaris rapi, menunggu giliran mengambil makanan.

Hari itu, menu yang tersaji adalah tempe goreng, ayam semur, lalapan, nasi putih, dan buah semangka. Hidangan sederhana namun penuh makna di balik upaya meningkatkan gizi dan semangat belajar anak-anak di pulau perbatasan ini.

Bacaan Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terus berjalan dengan lancar di wilayah Belakang Padang. Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kegembiraan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 016 Belakang Padang, Sukijo, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan MBG di sekolah yang ia pimpin.

“Alhamdulillah, program MBG di sekolah kami berjalan lancar. Menu makanannya pas dan tampilannya juga sempurna. Setiap kali pelaksanaan, kami selalu membentuk tim khusus untuk mengecek kelayakan makanan sebelum disajikan kepada siswa. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala,” ujar Sukijo.

Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat di SD Negeri 016 Belakang Padang mencapai 48 siswa. Menariknya, anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengajukan permintaan menu kepada petugas penyedia makan.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa request menu kepada petugas SPPG. Biasanya kalau hari ini anak-anak menyampaikan permintaan, besoknya langsung direspons dan direalisasi sesuai keinginan mereka. Jadi, mereka merasa senang dan lebih bersemangat menunggu waktu makan bersama,” tambah Sukijo dengan senyum bangga.

Sementara itu, Azila, penanggung jawab pelaksanaan MBG di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa variasi menu terus diupayakan agar anak-anak tidak bosan.

“Untuk menu hari ini tempe goreng, ayam semur, lalapan, nasi putih, dan buah semangka. Biasanya menu berganti-ganti — kadang telur, kadang ayam. Kami hanya berharap, olahan telur atau ayamnya bisa lebih bervariasi, misalnya dibuat telur dadar, nasi goreng telur mata sapi, atau ayam dengan bumbu lain agar anak-anak tidak jenuh,” ujar Azila.

Menurut Azila, cita rasa makanan yang diterima sudah cukup baik, begitu juga dengan kebersihannya.

“Kalau soal kebersihan dan cita rasa, boleh tahan. Semua disajikan rapi dan bersih. Anak-anak pun lahap menyantapnya,” tambahnya.

Di balik setiap nasi putih yang tersaji, tersimpan semangat besar dari para guru, petugas dapur, dan pemerintah untuk memastikan generasi muda Belakang Padang tumbuh sehat dan cerdas.

Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 016 Belakang Padang bukan hanya tentang makan bersama, melainkan juga tentang menumbuhkan rasa syukur, kebersamaan, dan semangat belajar di tengah keterbatasan fasilitas sekolah di pulau perbatasan.

Dengan dukungan penuh semua pihak, harapan besar kini tumbuh di hati anak-anak pulau bahwa dengan tubuh sehat dan semangat belajar tinggi, mereka siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang untuk Indonesia Maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *