Di Belakang Padang, MBG Mulai Layani Guru dan Tenaga Kependidikan

Belakang Padang | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, kini resmi diperluas untuk menjangkau guru dan tenaga kependidikan. Perluasan penerima manfaat ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan kebijakan tersebut, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan secara resmi masuk dalam kelompok penerima manfaat MBG, sejajar dengan peserta didik yang selama ini telah lebih dahulu menerima program tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Belakang Padang, Mahmud Prakoso, mengatakan bahwa pelaksanaan MBG bagi guru dan tenaga kependidikan telah mulai berjalan sesuai ketentuan yang diatur dalam Perpres tersebut.

“Sesuai Perpres Nomor 115 Tahun 2025, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan termasuk dalam penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Mahmud Prakoso, Rabu (14/1).

Mahmud menjelaskan, mekanisme penyaluran MBG bagi guru dan tenaga kependidikan tidak berbeda dengan yang diterapkan kepada peserta didik. Makanan disalurkan menggunakan ompreng yang sama, sehingga mendorong kebersamaan antara guru dan murid saat waktu makan.

“Mekanisme penyalurannya sama seperti peserta didik, tetap menggunakan ompreng. Jadi guru diharapkan bisa makan bersama peserta didik,” katanya.

Menurut Mahmud, hingga saat ini pelaksanaan MBG di wilayah Batam, termasuk Kecamatan Belakang Padang, berjalan dengan lancar dan belum ditemukan kendala berarti di lapangan. Koordinasi antara SPPG, pihak sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi makanan.

Pelaksanaan MBG bagi guru dan tenaga kependidikan juga telah dirasakan langsung di SMA Negeri 2 Batam. Salah satu guru penerima manfaat, Maryati, S.Pd menyambut baik kebijakan tersebut dan menilai program ini membawa dampak positif bagi tenaga pendidik di sekolah.

“Kami sangat bersyukur dan merasa diperhatikan. Program MBG ini bukan hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan antara guru dan siswa karena kami makan bersama di lingkungan sekolah,” ujar Mariyati. S.Pd.

Ia menambahkan, asupan makanan bergizi yang diterima turut membantu menjaga stamina dan konsentrasi guru selama menjalankan aktivitas mengajar.

“Dengan kondisi fisik yang lebih bugar, kami bisa mengajar dengan lebih optimal. Ini tentu berdampak baik bagi proses belajar mengajar di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, sebelumnya telah menegaskan bahwa guru dan pegawai sekolah wajib mendapatkan program Makan Bergizi Gratis. Penegasan tersebut merujuk langsung pada Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang terbit pada Desember 2025.

“Perpres Presiden Nomor 115 itu keluar bulan Desember, di situ sudah tertulis guru dan tenaga kependidikan dapat,” kata Nanik di Jakarta Pusat, Kamis (8/1) lalu.

Nanik menjelaskan, penerima manfaat MBG dari unsur sekolah tidak hanya terbatas pada guru, tetapi juga mencakup tenaga kependidikan lainnya, mulai dari petugas kebersihan hingga pegawai tata usaha (TU).

“Tenaga pendidik tersebut termasuk petugas kebersihan sampai pegawai tata usaha di sekolah,” tegasnya.

Dengan diperluasnya sasaran penerima manfaat MBG, pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga mendukung kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan. (m. yusuf suhaili)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *