Belasan Paket Sabu Disembunyikan di Saku Celana Jeans, Warga Batu Aji Tak Berkutik Digrebek Ditresnarkoba Polda Kepri

Batam | Modus penyimpanan narkotika kembali terungkap di Kota Batam. Seorang pria berinisial CC tak berkutik saat aparat kepolisian menemukan belasan paket sabu yang disembunyikannya di dalam saku celana jeans di kamar tempat tinggalnya, kawasan Batuaji.

Penangkapan dilakukan Tim Opsnal Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau pada Jumat (16/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan mereka.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengungkapkan bahwa penggeledahan dilakukan di kamar pelaku dan membuahkan hasil signifikan.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan narkotika yang disimpan pelaku di dalam kamar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media, Minggu (18/1)

Petugas menemukan satu helai celana jeans warna biru yang tergantung di dinding kamar. Di dalam saku depan sebelah kanan celana tersebut, tersimpan sebuah kotak hitam berisi 12 paket plastik bening berisi sabu dengan berat total 4,57 gram.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan timbangan digital serta satu set alat hisap sabu yang tergeletak di lantai kamar, menguatkan dugaan keterlibatan pelaku dalam aktivitas peredaran narkotika.

“Seluruh barang bukti beserta terlapor telah kami amankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tambah Ruslaeni.

Saat ini, CC telah digelandang ke Ditresnarkoba Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk menelusuri asal-usul sabu dan kemungkinan keterlibatan jaringan lain.

Polda Kepri kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar sebagai langkah bersama memutus mata rantai peredaran narkoba di Batam. (eko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *