18 Titik Bazar Ramadan Diawasi, Dinkesdalduk KB Tanjungpinang Pastikan Takjil Ramadan Aman dan Higienis

Tanjung Pinang | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang terus mengintensifkan pengawasan terhadap pedagang takjil Ramadan yang tersebar di 18 titik bazar di seluruh wilayah kota. Pengawasan ini dijadwalkan berlangsung selama 18 hari, hingga 12 Maret 2026, guna memastikan seluruh makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan higienis.

Kepala Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan bahwa kegiatan pengawasan takjil merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadan. Hal ini dilakukan mengingat setiap tahun selalu terjadi peningkatan jumlah pedagang serta meluasnya sebaran lokasi penjualan makanan berbuka puasa.

“Selalu ada peningkatan jumlah dan penyebaran pedagang makanan takjil berbuka,” ujarnya, Rabu (25/2).

Sidak telah dimulai sejak Senin (23/2) di kawasan Jalan Bandara dan secara bertahap akan menyasar seluruh titik bazar yang telah diidentifikasi. Pada tahap awal, tim fokus melakukan pembinaan kepada para pedagang, sekaligus mengambil sampel makanan dan minuman untuk diperiksa langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Dinkesdalduk KB menggandeng Loka POM Tanjungpinang serta melibatkan para sanitarian dari puskesmas setempat. Kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya higienitas, sanitasi, serta cara pengolahan pangan yang aman. Loka POM turut memfasilitasi alat uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya pada produk yang dijual.

Rustam menegaskan, apabila ditemukan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil Rhodamin B atau zat terlarang lainnya, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Pedagang diminta segera menarik produk tersebut dari peredaran untuk kemudian dimusnahkan.

“Jika ada kandungan berbahaya, kita minta ditarik untuk dimusnahkan,” tegasnya.

Sejauh ini, hasil pengawasan menunjukkan sebagian besar takjil yang diperiksa dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Meski demikian, masih terdapat beberapa pedagang yang perlu mendapatkan edukasi lebih lanjut, khususnya terkait kebersihan alat, penyimpanan bahan makanan, dan penggunaan bahan tambahan pangan yang sesuai aturan.

Sebagai informasi, bazar Ramadan tahun ini tersebar di empat kecamatan di Tanjungpinang. Sejumlah titik keramaian yang menjadi lokasi penjualan takjil antara lain lapangan Dishub atau Taman Batu 10, kawasan belakang Hotel RAV, Taman Pamedan, Jalan Bandara, depan Richeese BJB, Jalan Merdeka–Teuku Umar, halaman Ramayana, hingga kawasan Tugu Sirih.

Melalui pengawasan berkelanjutan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

 

 

Pewarta : Januar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *