Batam | Warga Komplek Kwarta Karsa, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di emperan sebuah ruko pada Sabtu (14/3/2026) pagi.
Pria tersebut diketahui bernama Ata Sumarta (43), warga yang pada kartu tanda penduduk (KTP) tercatat berasal dari Bukit Raya, Provinsi Riau, dan lahir di DKI Jakarta.
Saat ditemukan, korban tergeletak dalam posisi terlentang di depan ruko dengan mengenakan celana pendek hitam dan jaket hitam. Kondisi korban awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena dikira sedang tidur oleh warga yang melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan korban bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika seorang pengemudi ojek berinisial T melihat korban terbaring di lokasi tersebut. Saat itu, saksi mengira korban hanya sedang beristirahat sehingga tidak terlalu memperhatikan.
Namun tidak lama kemudian, seorang ibu yang hendak memberikan nasi kepada korban mendekat dan menyadari bahwa pria tersebut tidak bergerak sama sekali. Merasa curiga, ia kemudian memberitahukan hal itu kepada saksi T.
Mendengar laporan tersebut, saksi kembali mengecek kondisi korban dan mendapati pria tersebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada perangkat RT setempat yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Polsek Lubuk Baja.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Lubuk Baja segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian menghubungi Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Barelang serta ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, polisi mendapati kondisi mulut korban mengeluarkan buih dan air liur.
Selain itu, dari saku celana korban ditemukan uang tunai sebesar Rp4.000.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Deni Langie mengatakan pihak keluarga korban telah datang ke Polsek Lubuk Baja setelah kejadian tersebut.
“Kejadiannya hari Sabtu. Keluarganya sudah datang. Kemarin juga sudah meminta surat dari Polsek untuk mengambil jenazah di RS Bhayangkara,” ujar Deni saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian korban dan juga membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi.
“Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena sakit,” jelasnya.
Sebelumnya, jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pewarta : Aken





