SPPG Batam Hentikan Sementara Program MBG Selama Lebaran, Layanan Kembali Dibuka 31 Maret 2026

SPPG Kecamatan Belakang Padang

Batam | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam resmi mengumumkan penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Idulfitri 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian layanan nasional, dan program tersebut dijadwalkan kembali berjalan normal pada Selasa, 31 Maret 2026.

Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 6 Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa operasional dapur SPPG akan kembali aktif setelah masa libur usai.

“Ya, ada libur untuk dapur SPPG. Akan dimulai kembali 31 Maret 2026 sesuai Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 6 Tahun 2026,” ujar Defri saat dikonfirmasi di Batam, Selasa (17/3).

Defri menambahkan, jadwal penghentian distribusi MBG tidak berlangsung serentak, melainkan menyesuaikan dengan kalender libur masing-masing sekolah yang menjadi penerima manfaat. Sebagian sekolah di Batam telah memasuki masa libur sejak Sabtu (14/3), sementara lainnya baru memulai libur pada pekan ini.

“Untuk anak sekolah, pelayanan mengikuti hari terakhir mereka masuk. Ada yang sudah libur sejak Sabtu, tapi masih ada juga yang sampai hari ini belum libur,” jelasnya.

Sementara itu, untuk layanan pemenuhan gizi bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang disalurkan melalui posyandu, distribusi terakhir telah dilakukan pada 16 Maret 2026.

“Untuk posyandu, distribusi terakhir tanggal 16 Maret,” tambahnya.

Selama bulan Ramadan, SPPG Batam juga melakukan penyesuaian dalam jenis makanan yang didistribusikan. Menu yang diberikan cenderung berupa makanan kering yang lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi saat berbuka puasa, terutama bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Di Batam selama Ramadan kita salurkan makanan kering, dan itu juga disesuaikan dengan kondisi sekolah, apakah mayoritas siswa Muslim atau non-Muslim,” terang Defri.

Selain itu, sistem distribusi juga dibuat lebih fleksibel dengan metode rapel, yakni pembagian makanan untuk beberapa hari sekaligus dalam satu waktu. Hal ini memungkinkan siswa menyimpan makanan untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan, khususnya saat waktu berbuka.

“Misalnya dibagikan hari Senin, tapi untuk beberapa hari ke depan sekaligus. Jadi anak-anak bisa menyimpannya dan dikonsumsi saat berbuka,” ujarnya.

Adapun jenis makanan yang disalurkan bervariasi di setiap SPPG, namun tetap memperhatikan aspek ketahanan dan kualitas gizi. Beberapa di antaranya seperti roti, dendeng kering, serta buah-buahan seperti jeruk dan kurma.

Dengan penyesuaian ini, SPPG Batam berharap program MBG tetap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, sekaligus menghormati momentum libur Idulfitri dan kebutuhan khusus selama bulan Ramadan.

 

Pewarta : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *