Mantan Suami WNA Mabuk Bawa Perempuan ke Rumah Picu Keributan, Polsek Batam Kota Bergerak Cepat Redam Konflik Rumah Tangga

Batam |Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Batam Kota, Polresta Barelang, dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan darurat 110. Sebuah keributan rumah tangga yang terjadi di Perumahan Bukit Indah Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, berhasil ditangani dengan sigap pada Kamis dini hari (09/04/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Laporan pertama kali disampaikan oleh seorang warga bernama Riadian, yang menginformasikan adanya keributan di lingkungan tempat tinggalnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberikan pelayanan kepolisian secara maksimal.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), personel yang terdiri dari unit Pamapta Polresta Barelang, piket Patroli Batara Biru, serta piket Reskrim Polsek Batam Kota langsung melakukan pengecekan dan penanganan awal. Sejumlah anggota yang turun ke lapangan di antaranya Aiptu Donny, Aipda Yohanes, dan Brigpol D. Dores.

Dari hasil penelusuran di lapangan, keributan diketahui dipicu persoalan rumah tangga antara pasangan yang telah bercerai dan tengah dalam proses pembagian harta gono-gini. Situasi memanas ketika mantan suami, yang diketahui merupakan warga negara asing (WNA), datang ke rumah dalam kondisi mabuk dan membawa seorang perempuan.

Kedatangannya tersebut memicu emosi mantan istri hingga terjadi adu mulut. Ketegangan sempat meningkat dengan adanya ucapan tidak pantas dan ancaman untuk membakar sepeda motor, yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan lebih besar.

Melihat kondisi tersebut, personel kepolisian segera mengambil langkah cepat dengan pendekatan persuasif. Kedua belah pihak diberikan imbauan kamtibmas guna meredam emosi dan mencegah konflik berkembang menjadi tindakan yang lebih berbahaya.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Namun, pihak perempuan dikabarkan berencana melanjutkan permasalahan ini dengan membuat laporan resmi ke Polresta Barelang.

Kapolsek Batam Kota melalui jajarannya menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan rasa aman, khususnya dalam merespons cepat setiap laporan melalui layanan 110.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa konflik pribadi yang tidak terkendali dapat berujung pada gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dan respons cepat aparat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

 

Pewarta : Maradona Agusti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *