Batam | Di tengah denyut kehidupan perantauan yang bergerak cepat, kerinduan pada kampung halaman kerap menemukan jalannya sendiri pulang melalui silaturahmi. Suasana itulah yang terasa hangat dalam kegiatan Halal Bi Halal & Silaturahmi Persaudaraan Keluarga Besar Natuna Kepulauan Riau (PKBN-KR), sebuah momentum yang bukan sekadar pertemuan, melainkan perajutan kembali ikatan batin yang lama terpisah oleh jarak.
Mengusung tema “Dengan Silaturahmi Kita Perkuat Rasa Persaudaraan Sesama Warga Natuna di Perantauan,” kegiatan ini hadir sebagai ruang refleksi bersama menguatkan ukhuwah, meneguhkan jati diri, serta menjaga warisan nilai-nilai kekeluargaan di tengah arus modernisasi yang kian deras. Ia menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun langkah merantau, akar budaya tetap menjadi pijakan yang tak tergantikan.
Bertempat di Batam Hills Golf Resort, Sekupang, Minggu (26/4) pagi, acara berlangsung dalam nuansa Melayu yang kental. Sejak awal kegiatan, para tamu tampak hadir dengan balutan busana Melayu dan pakaian muslim yang anggun menciptakan harmoni visual yang sarat makna, sekaligus mencerminkan kebanggaan akan identitas yang terus dijaga.

Kehadiran para tokoh penting semakin memperkuat makna silaturahmi ini. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau turut memberikan dukungan melalui perwakilan Kepala Badan Pendapatan Daerah, Abdullah, S.Sos., M.M., yang menyampaikan pesan Gubernur Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, ia menuturkan,
“Bapak Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Silaturahmi seperti ini bukan hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan selalu mendukung kegiatan yang memperkuat nilai budaya dan kebersamaan.” ungkapnya.
Suasana semakin khidmat dengan kehadiran tokoh adat Melayu, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja H. Muhammad Amin, Ketua Lembaga Adat Melayu Batam, yang dikenal sebagai penjaga marwah adat. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh memudarkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan turun-temurun.
Di sisi lain, Ketua PKBN-KR, Dato’ Anasrun, S.E., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kekompakan sebagai kekuatan utama masyarakat Natuna di perantauan.
“Kita boleh jauh dari tanah kelahiran, tetapi jangan pernah jauh dari rasa persaudaraan. Melalui silaturahmi ini, kita perkuat kebersamaan, kita jaga identitas, dan kita pastikan generasi penerus tetap mengenal akar budayanya. Inilah kekuatan kita sebagai keluarga besar Natuna,” ujarnya.
Momentum kebersamaan ini juga semakin istimewa dengan hadirnya tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Irwanto Suhaili, seorang pensiunan Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau. Sosok yang sarat pengalaman ini turut memberikan pandangan penuh makna tentang pentingnya menjaga persatuan di tanah rantau.
Dalam pesannya, Irwanto Suhaili, S.E., M.M menyampaikan, “Silaturahmi seperti ini bukan hanya menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga memperkuat identitas kita sebagai orang Natuna. Di perantauan, kita dipertemukan oleh nasib dan tujuan, namun yang menyatukan kita adalah nilai kebersamaan. Jangan biarkan jarak memisahkan hati, karena di sinilah tempat kita saling menguatkan.” katanya.
Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri berbagai tokoh masyarakat lainnya, seperti Arlis Gazali, Ketua Perempuan Keluarga Masyarakat Natuna Kota Tanjungpinang, serta Abdul Karim, Ketua Perkumpulan Keluarga Besar Natuna Kota Batam. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa silaturahmi ini merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat usia, peran, maupun latar belakang.
Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya gagasan, harapan, dan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan serta melestarikan budaya Melayu Natuna di tengah dinamika zaman.
Di balik setiap jabat tangan, pelukan hangat, dan senyum yang terukir, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: bahwa sejauh apa pun langkah merantau, selalu ada ikatan yang memanggil untuk kembali ikatan bernama keluarga.
Akhirnya, Halal Bi Halal dan Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa persaudaraan sejati tak akan lekang oleh waktu. Ia tumbuh dalam kebersamaan, terjaga dalam doa, dan menguat dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih erat, lebih hangat, dan lebih bermakna.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





