Batam | Suasana Jumat pagi (1/5) di kawasan Sekupang tampak berbeda dari biasanya. Deretan penumpang memenuhi pelabuhan pengumpan dengan wajah penuh semangat, membawa tas dan bekal untuk menikmati liburan singkat ke Belakang Padang.
Lonjakan penumpang yang signifikan sejak pagi hari menjadi penanda meningkatnya minat wisatawan lokal terhadap destinasi pulau tersebut. Antrean tertib di pelabuhan hingga ramainya aktivitas penyeberangan mencerminkan geliat pariwisata yang kian hidup.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif fenomena tersebut. Ia menilai, meningkatnya kunjungan ke Belakang Padang menunjukkan bahwa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal semakin diminati masyarakat.
“Saya melihat ini sebagai sinyal yang sangat baik. Artinya, masyarakat sudah mulai melirik destinasi wisata lokal yang menawarkan keaslian budaya dan suasana yang berbeda dari perkotaan,” ujar Ardiwinata saat dikonfirmasi posmetrobatam.co.id, Sabtu (2/5).
Menurutnya, Belakang Padang memiliki kekuatan pada karakter wisatanya yang unik mulai dari nuansa Melayu yang kental, kuliner khas, hingga suasana pesisir yang masih alami.
“Belakang Padang ini punya daya tarik yang kuat. Wisatawan tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga mencari pengalaman mulai dari kuliner, interaksi dengan masyarakat, sampai menikmati suasana kampung pesisir yang autentik,” jelasnya.
Ardiwinata menambahkan, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata akan terus mendorong pengembangan destinasi wisata pulau, termasuk peningkatan fasilitas dan promosi yang lebih masif.
“Kami akan terus memperkuat promosi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan masyarakat lokal, agar potensi ini bisa berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Kedai kopi, warung makan, hingga penjual oleh-oleh tampak ramai diserbu pengunjung sepanjang akhir pekan.
Ardiwinata pun menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan dan kebersihan lingkungan agar pengalaman wisatawan tetap terjaga.
“Kami berharap seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, bisa bersama-sama menjaga kenyamanan dan kebersihan. Karena pengalaman yang baik akan membuat wisatawan kembali dan bahkan mengajak lebih banyak orang untuk datang,” tuturnya.
Belakang Padang kini tidak hanya menjadi destinasi alternatif, tetapi juga simbol kebangkitan wisata lokal Batam. Dengan kehangatan masyarakat dan keaslian budayanya, pulau ini terus tumbuh sebagai magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan di tengah geliat kota.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





