Kultum Ramadhan Hari ke – 6 : Kaitan Puasa di Bulan Ramadhan dengan Ukhuwah

Belakang Padang | Sikap membangun dan menjaga persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu anjuran yang harus dimiliki oleh umat muslim.

Menjaga ukhuwah Islamiyah juga termasuk sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Terkait menjaga ukhuwah Islamiyah atau memelihara persaudaraan antara sesama umat manusia, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Bacaan Lainnya

“Belum disebut beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,“ (HR. Bukhari).

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ اِخۡوَةٌ فَاَصۡلِحُوۡا بَيۡنَ اَخَوَيۡكُمۡ ‌ۚ‌وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ

Innamal mu’minuuna ikhwatun fa aslihuu baina akhawaykum wattaqul laaha la’allakum tuhamuun

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-Hujurat: 10)

Dalam ayat ini dijelaskan, Allah menerangkan sesungguhnya orang-orang Mukmin semuanya bersaudara. Hubungan mereka seperti saudara satu nasab namun didasarkan dengan keimanan yang sama.

Dalam sebuah hadis sahih, diriwayatkan:

“Muslim itu adalah saudara muslimnya yang lain, karenanya jangan berbuat aniaya dan jangan membiarkannya melakukan aniaya. Orang yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah membantu kebutuhannya. Orang yang melonggarkan satu kesulitan dari seorang muslim, maka Allah melonggarkan satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitannya pada hari Kiamat. Orang yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi kekurangannya pada hari Kiamat,” (Riwayat al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

Kemudian pada hadis sahih yang lain dinyatakan:

“Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya yang gaib, maka malaikat berkata, “Amin, dan semoga kamu pun mendapat seperti itu.” (Riwayat Muslim dan Abu ad-Darda’).

Karena persaudaraan itu mendorong ke arah perdamaian, maka Allah menganjurkan agar terus diusahakan di antara saudara seagama seperti perdamaian di antara saudara seketurunan, supaya mereka tetap memelihara ketakwaan kepada Allah.

Perintah puasa di bulan Ramadan juga secara langsung dapat menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama).

Makna dari berpuasa, salah satunya adalah menahan diri untuk berbuat sesuatu yang dilarang agama, termasuk menahan dari hal-hal yang berpotensi merusak tata hubungan sosial bermasyarakat.

Puasa mengajarkan arti penting rasa kebersamaan dalam satu nasib, serta menumbuhkan semangat saling membantu sebagian pondasi dasar ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *